Tangis The Rolling Stones Warnai Konser Bersejarah di Kuba

Tangis The Rolling Stones Warnai Konser Bersejarah di Kuba

Hampir satu dekade lamanya, musik rock asing dilarang bergema di Kuba.
Pihak pemerintah terlanjur menganggap musik genre tersebut sebagai bagian dari degradasi moral.
Akibatnya, penikmat musik di sana terpaksa memenuhi kebutuhan batinnya secara tersembunyi.
Setidaknya sampai hubungan Kuba dan Amerika Serikat mulai membaik dalam beberapa tahun terakhir ini.

rol

tepat pada Jumat, 25 Maret 2016 waktu setempat, cerita kelam tersebut akhirnya berakhir sudah.
Hal ini ditandai dengan antrian panjang dari ratusan ribu warga Kuba di kompleks olahraga Ciudad Deportiva.
Mereka bersiap untuk menyimak sejarah, sebuah konser akbar dari grup rock The Rolling Stones, di negera Fidel Castro itu.
roll

konser The Rolling Stones sendiri dibuka dengan lagu “Jumpin’ Jack Flash” yang merupakan lagu hit mereka di tahun 1968.
Konser yang berlangsung gratis itu terlihat sangat meriah. Sang vokalis, Mick Jagger bahkan sempat terpana sebelum akhirnya menyambut para penggemarnya.

Meski sang idola baru sekali konser di negara mereka, para penonton tampak begitu fasih menyanyikan lirik-lirik yang dilantunkan Mick Jagger di atas panggung.
Pria yang kini berusia 72 tahun itu tak kuasa menahan tangisnya setelah melihat antusias penonton yang tak kunjung henti di sepanjang konser.

000_DV1742800

“Havana, Kuba, dan The Rolling Stones,” tangis Jagger di hari itu. “Ini sungguh luar biasa! Sangat menyenangkan bisa ada di sini.
Senang dapat bertemu dengan kalian…” tutupnya.

Sepanjang karirnya, Rolling Stones telah menjual sebanyak 66 juta keping album.
Mereka juga adalah salah satu band terkaya di dunia.
Band ini sudah berkarya sejak tahun 1962, dan meraih total pendapatan sebesar US$ 200 juta meliputi penjualan album serta konser tur keliling dunianya.