close

Penjuru Media

News

Woodstock 2019 Masuki Usia Stengah Abad

Woodstock 2019 Masuki Usia Stengah Abad

Tahun 2019 ini, umur Woodstock festival genap 50 tahun. Menginjak titik setengah abad, sang co-founder, Michael Lang memutuskan untuk merayakannya. Maka, perayaan pun akan segera disajikan.

Saat kalender Masehi memasuki tanggal 15 Agustus–momen ulang tahun Woodstock, perayaan pergantian usia ini akan direalisasikan. Apa bentuknya? Apa lagi selain mengadakan festival Woodstock! Festival legendaris akan kembali lagi pada tahun 2019.

Setelah sempat digelar di tahun 1999 (menampilkan RATM, RHCP, Limp Bizkit, dan masih banyak lagi), dan perayaan ulang tahun 40 tahun pada satu dekade lalu tahun ini Woodstock akan merambah sejumlah genre musik; mulai dari rock, pop, hip-hop, serta penampilan-penampilan grup musik legendaris.

Tercatat nama-nama besar seperti The Killers, Chance The Rapper, Imagine Dragon, akan digandeng oleh aksi-aksi spektakuler dari musisi kawakan macam Dead and Company (percabangan band The Grateful Dead) dan Santana.

Meski lineup resmi Woodstock belum dirilis, dapat dipastikan melalui Billboard yang mengkaji pemberitaan terhadap pendanaan festival tersebut, bahwa proses booking penampil sedang berjalan. Laporan Billboard juga membawa terang terhadap permasalahan dana yang sempat menimpa pihak promotor.

Mereka sempat mengalami kesulitan untuk melunasi bayaran penampil yang harus lunas sebelum konser dihelat, karena Woodstock bukan acara rutin tahunan. Namun, permasalahan pendanaan tersebut sudah bisa diatasi dan proses penyelenggaraan festival kembali ke jalur yang aman. Lang, yang didukung oleh promotor mega-miliarder asal Jepang, Dentsu Aegis Network menjanjikan pengumuman lineup dalam waktu dekat.

Woodstock 2019 akan digelar tepat seperti 50 tahun silam, yaitu 16 Agustus. Gelaran ini akan berlangsung selama tiga hari, hingga 18 Agustus 2019. Area penyelenggaraan pun sama: Watkins Glen, New York, tempat yang dulunya menjadi rumah festival musik gratis paling krusial bagi musik era 60-an secara luas.

read more
News

Slipknot Siap Umumkan Tanggal Perilisan Album Baru

Slipknot Siap Umumkan Tanggal Perilisan Album Baru

Slipknot akhirnya resmi mengumumkan tanggal peluncuran album terbarunya. Baru-baru ini mereka meluncurkan sebuah situs baru, yaitu WeAreNotYourKind.com. Situs tersebut tayang dengan jam yang menghitung mundur.

Dan akhirnya terungkap bahwa album keenam Corey Taylor dkk akan dilepas pada 9 Agustus 2019.

Alamat situs tersebut diambil dari single terbaru Slipknot yang dirilis pada 31 Oktober lalu, “All Out Life”. Pertama kalinya situs tersebut disebar oleh Slipknot melalui laman Facebook mereka.

Saat situs tersebut diakses melalui gawai dan ponsel pintar yang memiliki akses lokasi, maka situs tersebut akan memberikan titik konser terdekat Slipknot. Secara tampilan, situs tersebut hanya akan memberikan jarak dan titik kejadian.

Sementara itu, WeAreNotYourKind.com versi desktop akan mengarahkan pengakses untuk membukanya melalui gawai dan hanya akan menampilkan rentetan 8.9.2019.

read more
Uncategorized

Penulis Adalah Salah Satu Pekerjaan Alternatif Bagi Musisi

Penulis Adalah Salah Satu Pekerjaan Alternatif Bagi Musisi

Kompetensi seorang musisi (terutama vokalis) dalam menulis lirik pasti sudah banyak yang diakui penggemar dan publik. Penulisan lirik ibarat menulis puisi pendek untuk dikawinkan dengan instrumental/lagu. Penulis lirik hanya mempunyai jendela kesempatan untuk merangkum cerita atau subyek utama selama 3 sampai 5 menit.

Perlu bakat menulis unik untuk bisa mencuri perhatian pembacanya. Lewat tulisan-tulisannya ini, secara tidak langsung musisi membangun imaji band atau dirinya. Citra dan cerita yang disampaikan akan terkoneksi dengan pembaca/ penggemarnya. Lewat koneksi ini akan terbangun ikatan fanatisme.

Tapi dari kemampuan menulis ini juga jadi pembuka kesempatan untuk para musisi untuk membuka opsi karier di bidang literatur. Kompetensi dalam merangkai kata-kata bisa disajikan dalam format novel, puisi, jurnal, artikel atau yang paling umum, otobiografi. Kalo kamu kebetulan punya tugas yang menulis lirik di band, coba pertajam lagi kemampuan menulisnya. Karena tidak menutup kemungkinan nanti opsi kariermu bisa diperlebar ke bidang lain. Apalagi di era informasi teknologi seperi sekarang ini, kemampuan multi-tasking sudah merupakan setting default untuk seorang individu membuka pintu karier.

Sudah ada banyak contoh musisi baik lokal maupun internasional yang berhasil membuka kompetensi menulisnya ke jalur lain. Ayo kita simak opsi bidang karier apa saja yang bisa kamu terjuni selain menulis lirik di musik.

read more
News

Chris Fehn Hendkang dari Slipknot

Chris Fehn Hendkang dari Slipknot

Slipknot resmi berpisah dengan salah satu personil perkusionisnya, Chris Fehn. Mengutip pernyataanya yang dipajang di situs resmi Slipknot, “Slipknot sedang fokus dalam penggarapan album keenam, dan juga dengan tur kita di berbagai daerah. Chris tahu mengapa dia pergi dari Slipknot. Kita kecewa dengan sikapnya yang ‘main tunjuk’ dan melepas klaim-klaim, ketimbang melakukan apa yang penting untuk Slipknot sendiri. Kita tentu tidak berharap Chris untuk menempuh jalan yang sudah dia tempuh ini, namun perubahan dalam segala bentuk kehidupan itu penting.”

“Long live the knot”, kutip dari akun Slipknot. Berita kepergian si nomor 3 dari posisi drummer Slipknot datang tidak lama setelah Slipknot mengumumkan jadwal tur Amerika Utara dan Australia bersama Metallica.

Album keenam milik Slipknot ini akan resmi dirilis pada tanggal 9 Agustus 2019. Shawn “Clown” Crahan, selaku salah seorang founder dari Slipknot, menyatakan dalam wawancaranya dengan pihak Kerrang! bahwa album terbaru mereka seperti pertama kali menemukan Slipknot kembali. Ya, Clown menyatakan bahwa mendengar album baru ini seperti kali pertama para pendengar menemukan Slipknot, dengan album ini, mereka hendak memberikan perasaan yang sama kepada generasi sekarang, seperti kalanya terjadi pada tahun 1998 silam.

read more
News

Baroness Rilis Single dan Sampul Album Baru yang Berjudul Gold & Grey

Baroness Rilis Single dan Sampul Album Baru yang Berjudul Gold & Grey

Baroness, salah satu band experimental metal asal Amerika ini telah mengumumkan album baru mereka, Gold & Grey, yang akan dirilis pada tanggal 15 Juni. Kabar tersebut digandeng juga dengan artwork album dan klip musik untuk single perdananya, “Borderlines”.

Album baru dari Baroness kembali mengangkat tema ‘warna’ dalam merangkum karya mereka menjadi tema utama album. Gold & Grey menjadi album terakhir dalam skema mereka kali ini. Album ini digelari sebagai penutup skema warna mereka. Hal ini menimbulkan ekspektasi tinggi, dan Baroness pun menyadari hal itu.

read more
News

Megadeth Rilis Novel Grafis di Usia ke-35

Megadeth Rilis Novel Grafis di Usia ke-35

Pada tahun 2019 ini, salah satu The Big Four Amerika Megadeth merayakan ulang tahun ke-35. Uniknya mereka merayakan pencapaian tersebut adalah dengan merilis kompilasi Warheads on Foreheadsdan novel grafis Death by Design, hasil kolaborasi dengan majalah Heavy Metal.

Buku sepanjang 350 halaman tersebut berisi kisah yang terinspirasi dari lagu-lagu di album Warheads. Kompilasi tersebut memuat 35 lagu yang diambil dari 15 album Megadeth sejak 1984.

Beberapa seniman komik yang berpartisipasi dalam Death by Design adalah Belen Ortega dan Brendon Small (Metalocalypse) dengan “Hangar 18”, dan Dan Fogler serta Andy Belanger (Swamp Thing, Southern Cross) dengan “Rattlehead”. Tak ketinggalan juga duo Leah Moore dan John Reppion, Ben Templesmith (30 Days of Night) dan Tim Seeley (Hack/Slash).

read more
News

Calum Scott Bakal Ramaikan Jazz Festival 2019 di Prambanan

Calum Scott Bakal Ramaikan Jazz Festival 2019 di Prambanan

Gelaran Prambanan Jazz Festival (PJF) bakal kembali digelar di Candi Prambanan, Yogyakarta pada 5-7 Juli 2019. Dipromotori Rajawali Indonesia Communication dan TWC ( PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko), Prambanan Jazz Festival 2019 dijamin bakal menghadirkan penampil hebat, baik dari dalam maupun luar negeri.

Salah satu nama yang bakal hadir adalah penyanyi solo international yaitu Calum Scott. Anas Syahrul Alimi, selaku founder PJF dan CEO Rajawali Indonesia Communication pun membeberkan alasan mendatangkan Calum Scott.

“Karena kita tahu fansnya Calum Scott gila, kita lihat traffic data di Spotify, sangat besar. Jadi kita pengin generasi milenial menyaksikan Calum Scott dengan harga terjangkau. Kita konsep hari pertama meng-grab kaum milenial,” ungkap Anas saat jumpa pers di Kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta belum lama ini.

read more
News

Band Legend Rotor Bangkit Kembali

Band Legend Rotor Bangkit Kembali

Banyak alasan untuk tetap mencintai band legend satu ini. Pernah menjadi band pembuka pada konser Metallica di Lebak Bulus tahun 1993 cukup menjadi bukti kehebatan band thrash metal asal Jakarta yang digawangi oleh Irvan Sembiring. Apalagi kalau bukan Rotor!

Tahun 2019 ternyata menjadi tahun pilihan Rotor untuk bangkit dari kubur. Setelah lima albumnya yang telah rilis dalam format kaset, sekarang saatnya Rotor mengikuti derasnya arus industri musik dengan menyelam ke dunia digital streaming.

read more
News

Rilis Video Culas, Cara Rajakelana Sambut Bahadur Dalam Platform Digital

Rilis Video Culas, Cara Rajakelana Sambut Bahadur Dalam Platform Digital

Setelah melepas EP Bahadur pada 21 Oktober lalu, Rajakelana sambut peluncuran mini album tersebut di berbagai layanan musik digital dengan video lirik single “Culas”. Kabar mengenai rilisan perdana Rajakelana ini terselip di penghujung video klip konten reaksi yang mereka unggah di YouTube.

Video berjudul “Rajakelana Aksi Reaksi” itu menampilkan komentar beberapa musisi independen seperti Rekti Yoewono (The S.I.G.I.T/Mooner), Eka Annash (The Brandals), Anto Arief (70’s OC/ Tulus), Surya Kuya & Bagus Gogon (The Panturas), solois folk Pras, serta Reyhan & Alief (Erratic Moody).

Menyambut video reaksi tersebut, mereka memilih video lirik “Culas” sebagai nomor perkenalan. Klip ini digarap oleh Fahman Fauzi (seniman animasi) dengan menggunakan tematik senada dengan artwork Bahadur garapan Lana Syahbani, seniman visual beraliran surrealis.

“…’Culas’ adalah sebuah lagu yang tidak menjadikan seseorang saja yang menjadi subyek, tetapi bisa menjadi introspeksi kepada siapa saja yang mendengarnya, dimana secara artiannya menurut mereka, manusia selalu memiliki sisi baik dan buruk. ‘Culas’ bisa mengingatkan kita semua untuk terdorong untuk tidak menjadi manusia yang culas atau picik,” tulis Rajakelana.

Lagu bernuansa hard rock 70-an yang dibalut nuansa instrumentasi Timur Tengah dan berbumbu stoner rock ini adalah nomor ketiga di Bahadur. “Culas” juga melewati proses mastering pita analog reel to reel ¼” oleh Rizal Nasution di Baskin Studio Mastering.

read more
1 2 3 32
Page 1 of 32