close

Ariel Peterpan

Ariel PeterpanNewsNidji

Cerita Pembuatan Moshimoto Mata Itsuka ‘Ariel Noah’

Cerita Pembuatan Moshimoto Mata Itsuka

Lagu ‘Mungkin Nanti’ yang dipopulerkan Peterpan dibuat versi Bahasa Jepangnya lewat ‘Moshimoto Mata Itsuka’. Lagu itu menjadi viral dan disukai oleh warga Jepang. Begini cerita pembuatannya.

Gitaris lagu tersebut, Ariel ‘NIDJI’ mengungkapkan ide pembuatan lagu datang dari Ariel ‘NOAH’. Ia bekerja sama dengan Hiroaki Kato untuk menerjemahkan lirik dalam Bahasa Jepang.

“Dia (Ariel) minta saya ngisi gitar jadi begitu. Si Boril (panggilan Ariel-red) kerja sama dengan Hiroaki Kato. Ada lagi sebelumnya yang nerjemahin,” kata Ariel ‘NIDJI’ usai acara ‘Ngintip Musica di detikcom’ di Trans Studio Mall Cibubur, Rabu (1/5/2019).

Baca juga: Kisah Ariel Nyanyikan Lagu “Mungkin Nanti” Versi Bahasa Jepang

Sementara untuk syuting video klip dilakukan di sebuah apartemen. Nuansanya begitu hommy dan hangat. Namun Ariel menolak memberikan lokasi apartemen tersebut.

“Rahasia di mananya,” kata Ariel.

Ariel begitu senang melihat reaksi viewers di YouTube yang begitu banyak. Apalagi lagu itu juga dinikmati oleh orang Jepang.

“Udah lihat di YouTube. Lihat beberapa video reaction-nya. Ada beberapa (orang Jepang) lihat. Senang dong pastinya,” ungkap Ariel.

Source : hot.detik.com

read more
Ariel PeterpanNews

Kisah Ariel Nyanyikan Lagu “Mungkin Nanti” Versi Bahasa Jepang

Kisah Ariel Nyanyikan Lagu Mungkin Nanti

Beberapa waktu lalu, vokalis grup band NOAH, Ariel, kembali mengunggah video dirinya saat menyanyikan lagu “Mungkin Nanti” yang merupakan lagu milik Peterpan. Uniknya kali ini, Ariel membawakan lagu tersebut dengan menggunakan bahasa Jepang.

Sebagai salah satu penerjemah, penyanyi asal Jepang, Hiroaki Kato pun membeberkan kisahnya bekerja dengan pentolan grup band NOAH tersebut. Awalnya, kata Hiro, lagu itu sudah diartikan terlebih dulu oleh penggemar Ariel, Naoko Kunimoto, yang kemudian ia sempurnakan.

“Pertama kali si Ariel ngajakin aku, sudah lama sih dari enam bulan yang lalu. Dulu pernah ada yang translate lagu “Mungkin Nanti” itu ke bahasa Jepang, itu salah satu fans beratnya dia, dari Jepang. Sampai dia mengunjungi Ariel langsung ke Indonesia,” ungkap Hiro.

Baca juga : Ariel NOAH Takutkan Minim Panggung Musik Di Indonesia

“Itu tahun 2013 kalau enggak salah. Dan, tahun kemarin Ariel menghubungi saya, untuk meng-complete, mau selesaikan. Lalu aku cek hasil translate perempuan tersebut dan saya revisi,” imbuhnya.

Usai melengkapinya, Hiro juga turut mengajari Ariel terkait pelafalan bahasa Jepang yang baik.

“Dan saya ajarin Ariel juga pelafalan bahasa Jepang yang benar. Dan akhirnya dia bisa nyanyi dengan sempurna. Itu kedengaran seperti benar-benar orang Jepang, luar biasa banget. Ariel, luar biasa banget!” kata Hiro.

Pelantun “Beda Selera” itu mengaku tak menghadapi kesulitan saat bekerjasama dengan Ariel.

“Enggak (susah) sih, dia telinganya bagus sekali. Karena musisi ya dan dia itu bisa langsung ungkapkan atau nyanyi apa yang dia dengar. Jadi enggak ada kesulitan ngajarin. Semuanya sudah oke, dan kedengaran kayak orang Jepang,” kata Hiro lagi.

source : kompas.com

read more
Ariel PeterpanNewsNOAH

Ariel NOAH Takutkan Minim Panggung Musik Di Indonesia

Kisah Ariel Nyanyikan Lagu Mungkin Nanti

Vokalis grup band NOAH, Nazril Irham atau akrab disapa Ariel, menilai saat ini para musikus Tanah Air masih kekurangan panggung pertunjukan untuk bisa menampilkan kemampuan mereka.

Hal itu dikatakan Ariel saat ditemui usai jumpa pers Rising Star Indonesia 3 di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, baru-baru ini.

“Yang paling penting menurut saya adalah untuk 2019 dan ke depannya adalah tempat buat musisi bisa menunjukan bakatnya, itu yang penting. Karena dari 2015 nih saya lihat penurunan acara musik,” ujar Ariel.

“Mau manggung enggak bisa. Jadi sebenarnya yang kita butuhkan bukan musik macam apa, tapi tempat untuk bermusiknya,” tambanya.

Sebagai pelaku dunia musik, mantan kekasih aktris Sophia Latjuba itu menilai bahwa pasar musik di Indonesia bukanlah sebuah persoalan. Sebab, masing-masing genre memiliki kekuatan sendiri.

“Sebenarnya kalau saya lihat di Indonesia itu kuat banget pasar musik, enggak perlu terlalu berkiblat ke mana-mana. Jadi, istilahnya kita mau stay di dangdut atau genre lain juga masih ada kok pasarnya,” kata Ariel.

Apalagi dengan adanya kecanggihan teknologi, memberikan ruang yang lebih luas kepada musisi dari berbagai genre untuk menyajikan karya mereka.

“Tahun 2019 kalau saya lihat sih masih gampang karena perkembangan teknologi. Karena kan kita terbiasa disajikan, menjadi tren dari apa yang disajikan,” ujar Ariel.

“Dengan ada platform yang banyak, semua genre punya pasar masing-masing, jadi malah sekarang akhirnya semua genre berkembang,” tambahnya.

source : kompas.com

read more