close
News

Cerita Is Pusakata di Balik Lagu Jalan Pulang

Is Pusakata Jalan Pulang

Cerita Is Pusakata di Balik Lagu Jalan Pulang

Mohammad Istiqamah Djamad atau Is atau dikenal dengan nama panggung Pusakata hari ini resmi merilis single barunya. Lagu tersebut diberi judul ‘Jalan Pulang’.

Lagu itu akan menjadi jembatan bagi album perdana proyek solo Pusakata yang bertajuk ‘Dua Buku’.

Bagi Is, lagu ‘Jalan Pulang’ adalah lagu yang berangkat dari pengalaman personalnya. Ia menuangkan rasa cintanya pada keluarga dan pada Tuhan sebagai tempatnya untuk kembali.

Baca juga : Dul Akan Temani Dewa 19 Ft. Ari Lasso di We The Fest 2019

Seperti judulnya, ia pun mengatakan bahwa lagu tersebut berasal dari perjalanan dirinya di satu tahun terakhir.

“Lagu ini tentang perjalanan, kita bisa saja pergi kemana saja, tapi pada akhirnya kita tahu kita harus pulang. Kadang ketika terlalu jauh berjalan, kita lupa bahwa kita harus pulang,” ungkapnya kepada detikHOT.

“Ini bagi saya seperti menuruni anak tangga kembali ketika sudah berada di anak tangga teratas, dan saya bersyukur saya tidak perlu terjatuh dari tangga namun tetap ingat untuk pulang,” sambungnya.

Menurutnya, lagu ini juga menggambarkan apa yang ia maksud dengan ‘mengembalikan musik pada rumahnya’. Hal yang ia ungkapkan ketika memutuskan untuk hengkang dari band dan kembali tinggal Makassar, Sulawesi Selatan.

‘Jalan Pulang’ telah dapat didengarkan di berbagai layanan musik digital mulai hari ini, Jumat, 12 April 2019. Pusakata juga menggelar konser intimnya di Coffewar, Kemang, Jakarta Selatan di hari yang sama pukul 19.00 WIB.

read more
Uncategorized

Dul Akan Temani Dewa 19 Ft. Ari Lasso di We The Fest 2019

We the Fest 2019

We The Fest (WTF) 2019 telah mengumumkan fase kedua mereka. Fesival musik tahunan ini akan berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 19 hingga 21 Juli 2019.

Dari puluhan penampil yang ada, terselip nama grup band ternama Indonesia, Dewa 19. Namun kibordisnya, Ahmad Dhani, masih akan absen manggung dengan band asal Surabaya tersebut.

Baca juga : Kepala Plontos Jadi gaya Rambut Indro Warkop di Klip Mantap Memilih

Posisinya akan digantikan oleh putra ketiganya, Dul Jaelani. Sebab, Dhani saat ini sedang ditahan karena kasus dugaan pencemaran nama baik di Rutan Klas I Surabaya, Medaeng, Jawa Timur.

“Dewa 19 feat. Ari Lasso & Dul Jaelani,” demikian yang tertulis dalam daftar line up fase kedua dari We The Fest tahun ini.

Bersama Dewa 19, para musisi Indonesia yang bakal turut meramaikan WTF 2019 tersebut di antaranya adalah Barasuara, The Adams, Elephant Kind, Endah N Rhesa, Dekat, dan Pamungkas.

Poster We the Fest 2019

“Satu hal yang patut dinanti adalah kejutan-kejutan dari musisi-musisi Indonesia yang sering membawa sesuatu yang berbeda dan istimewa kalau manggung di We The Fest,” kata Brand Manager dari Ismaya Live selaku penyelenggara, Sarah Deshita, melalui keterangan tertulisnya.

Selain itu, ada RAN, Tulus, Eva Celia, Fourtwnty, Glaskaca, Kelelawar Malam, Kunto Aji, Nadin Amizah, The Panturas, dan lainnya. Untuk musisi-musisi mancanegaranya, akan tampil Rae Sremmurd, Daniel Caesar, DEAN, dan Cigarettes After Sex. Ada juga penyanyi Australia Troye Sivan, Anne-Marie, Cashmere Cat, Joji, Jai Wolf, serta Cade.

“We The Fest merupakan festival penuh kolaborasi. Di bawah payung Beyond The Music, kami akan berkolaborasi dengan berbagai komunitas, brand, institusi, media, dan organisasi untuk menciptakan suatu festival experience yang tak terlupakan,” ujar Sarah.

“Masih banyak musisi-musisi dari luar dan dalam negeri, serta aktivasi dan campaign yang akan kami umumkan dalam beberapa bulan ke depan,” lanjutnya.

Source : kompas.com

read more
News

Kepala Plontos Jadi gaya Rambut Indro Warkop di Klip Mantap Memilih

Memilih adalah hak setiap orang, termasuk Indro ‘Warkop’ yang berkepala plontos berhak memilih gaya rambutnya.

Itu adalah scene yang paling menarik dari video musik ‘Mantap Memilih’. Indro masuk ke dalam kios pangkas rambut dan duduk seolah-olah meminta rambutnya ditata.

Namun meski tak punya rambut di kepalanya, Indro tetap memilih salah satu gaya yang ditempel di dinding ruangan tersebut. Potongan rambut belah pinggir dipilihnya.

Gaya rambut plontos Indro Warkop pada Klip Mantap Memilih , Diambil dari video (Detik.com)

Baca juga : Synchronize Fest Hadirkan Mulai Dari Radja Sampai Babang Andika

Seperti diketahui, Indro Warkop kembali berkolaborasi dengan Orkes Moral Pengantar Minum Racun  (OM PMR) untuk single baru berjudul ‘Mantap Memilih’. Lagu tersebut diinisiasi oleh detikcom.

Dengan ‘Mantap Memilih’, detikcom mengajak kamu untuk menyumbangkan suaranya di Pemilihan Umum 2019. Pasalnya, suara kamu terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja.

‘Mantap Memilih’ diciptakan oleh Eka Gustiwana. Lirik dan musiknya sengaja dibuat sederhana agar mudah diterima penikmat musik Indonesia.

Source : detik.com

read more
News

Synchronize Fest Hadirkan Mulai Dari Radja Sampai Babang Andika

Synchronize Fest 2019

Festival musik tahunan Synchronize Fest 2019 mengumumkan line up pertamanya di akun Instagram miliknya @synchronizefest.

Secara mengejutkan festival musik lintas genre itu akan menghadirkan para musisi genre Melayu dengan menghadirkan Oomleo Berkaraoke bersama grup band Radja, Wali, Setia band, dan Andika Mahesa eks ‘Kangen Band’.

Baca juga : Synchronize Festival 2019 Hadir Oktober Mendatang

“SURPRISEEEE ???????? Ini dia 1 line up spesial yang akan hadir di #SynchronizeFest19 yaitu @oomleo berkaraoke bersama @radjabandofficial @setiaband_id @bandwaliofficial dan @babang_andikamahesa,” tulis akun @syncronizefest dalam unggahan instagramnya. “Kebayang gakkk gimana serunya kita semua bakalan berkaraoke dan menyanyikan lagu-lagu hits merekaa??!,” imbuhnya.

Sebelumnya Synchronize Fest 2019 telah memberikan petunjuk siapa line up pertama yang akan dibocorkan. Dalam video yang diunggah, potongan lirik-lirik lagu dari grup band Melayu ditampilkan. Bukan kali ini saja Synchronize Fest memberi kejutan.

Pada tahun sebelumnya, festival musik ini juga pernah mengundang Rhoma Irama dan Soneta Band pada Synchronize Fest 2018. Synchronize Fest 2019 akan digelar pada 4-6 Oktober 2019 di Gambir Expo Kemayoran, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Source : kompas.com

read more
AviciiNews

Untuk Album Terakhir Avicii Libatkan Peran Keluarga

Untuk Album Terakhir Avicii Libatkan Peran Keluarga

Sebuah lagu sekaligus album terbaru yang dirampungkan mendiang Tim Bergling alias Avicii menjelang kematiannya akan segera dirilis. Menariknya, keluarga DJ asal Swedia itu ikut berperan dalam proses perilisan.

Single berjudul “SOS” akan dirilis pada 10 April. Sedangkan album baru Avicii yang disebut berjudul TIM akan dirilis pada 6 Juni.

Avicii, bintang musik elektronik dan produser rekaman, meninggal di Oman pada 20 April 2018 di usia 28 tahun karena bunuh diri.

Baca juga : Cerita John Mayer Yang Benci Sekolah

Keluarga mengatakan, Avicii yang terkenal lewat lagu “Wake Me Up” itu merupakan sosok perfeksionis yang berjuang melawan stres dan sesuatu yang disebut “tidak bisa lanjutkan lagi.”

Avicii menyapa para Fans nya

Sebelum kematiannya, Avicii meninggalkan proyek lagu dan album yang hampir selesai, kata perwakilan keluarganya dalam sebuah pernyataan dilansir Reuters, Jumat (5/4/2019).

“Keluarga memutuskan tidak membekukan musik itu. Sebaliknya, mereka ingin membagikannya kepada para penggemar di seluruh dunia,” kata pernyataan itu.

Keuntungan dari penjualan musik akan dialirkan ke yayasan Tim Bergling, yang bergerak di bidang pencegahan bunuh diri dan masalah mental.

source : liputan6.com

read more
News

Dipha Barus dan Ariel Nayaka Beri ‘Heaven’ Afgan-Isyana-Rendy Sentuhan Baru

Dipha Barus dan Ariel Nayaka Beri 'Heaven' Afgan-Isyana-Rendy Sentuhan Baru

Kolaborasi AfganIsyana Sarasvati, dan Rendy Pandugo tahun lalu telah membuahkan lagu berjudul ‘Heaven’. Lagu tersebut kemudian di-remix dengan sentuhan hip hop dan dance oleh Dipha Barus dan Ariel Nayaka.

Ide tersebut awalnya berangkat dari keinginan ketiga musisi tersebut untuk mengumpulkan lagu-lagu yang telah mereka tulis bersama dalam mini album.

Kemudian muncul lah ide untuk membuat ‘Heaven’ dalam versi remix. Afgan bercerita, ketika ide itu muncul, Dipha Barus adalah orang pertama yang muncul di benaknya.

“Jadi kami yang nawarin (ke Dipha), kami mau ngeluarin EP sebentar lagi. Terus ada kepikiran, ‘Heaven’ diremix aja, terus kepikiran Dipha, ya sudah nelpon Dipha langsung. Terus dia excited banget. Yaudah dari situlah berawal, sekitar akhir tahun lalu,” cerita Afgan.

“Karena kami bertiga memang ngefans sama Dipha, langsung top of mind Dipha sih,” sambung Afgan lagi.

Baca juga : Glenn Fredly : Pentingnya Makna Berkolaborasi

Dipha pun mengaku menerima tawaran tersebut lantaran memang telah lebih dulu menyukai dan mengenal lagu itu. Sehingga saat kesempatan itu datang, Dipha Barus langsung mendapat ide apa yang hendak ia lakukan.

Karena telah menyukai lagu tersebut dari lama, Dipha Barus pun mengaku tak ada tantangan yang berarti dalam pembuatan lagu tersebut.

“Tertarik karena lagu favorit gue juga, maksudnya memang lagunya gue suka. Nggak asing, jadi maksudnya gue sudah kebayang chord progression-nya, gue udah kebayang suasananya, semuanya kaya lancar aja. Kaya ngerjain sesuatu yang lo suka, jadi kaya nggak ada beban sama sekali,” tutur Dipha.

Dalam lagu versi remix tersebut, Dipha Barus juga turut serta melibatkan Ariel Nayaka.

source : hot.detik.com

read more
John MayerNews

Cerita John Mayer Yang Benci Sekolah

Cerita John Mayer Yang Benci Sekolah

Konser John Mayer di Indonesia semakin dekat. Ia bakal tampil esok hari, Jumat, 5 April 2019 di ICE BSD, Tangerang Selatan.

Kiprah John Mayer di industri hiburan memang tak perlu diragukan lagi. Dirinya telah menelurkan sejumlah album dengan banyak lagunya yang menjadi hits.

Pelantun ‘Your Body is Wonderland’ tersebut rupanya telah mengidamkan untuk menjadi musisi sejak lama. Ia tertarik untuk mempelajari instrumen gitar sejak menonton fiksi ilmiah ‘Back to the Future’.

Dikumpulkan dari berbagai sumber, Mayer pertama kali mempelajari cara bermain gitar dari sebuah toko musik. Pada usia 15 tahun, ia memberanikan diri untuk tampil di depan umum.

Baca juga : Cara Menukar E-Tiket Konser John Mayer

Saat berusia 17 tahun, ia pernah dirawat di rumah sakit karena gangguan jantung. Hal tersebut dipercaya justru memacu kreativitasnya dan membuatnya mulai menulis lagu.

John Mayer muda sangat terobsesi menjadi musisi handal. Ia juga membenci sekolah. Hal itu membuat orang tuanya khawatir dan sempat membawanya ke psikiater.

Dalam buku tahunan sekolahnya, John Mayer menuliskan, “Aku tahu sekolah tidak pernah memberikanku apa-apa. Itu (sekolah) tidak masuk akal untukku. Aku tahu sejak usia 13 apa yang ingin aku lakukan, menjadi musisi.

Siapa sangka, saat ini, puluhan single telah dihasilkannya. ‘Back to You’, ‘St. Patrick’s Day’, hingga ‘Comfortable’ hanyalah sedikit dari banyak lagunya yang menjadi hits.

Jadi gimana, sudah siap seru-seruan bareng John Mayer besok?

Source : hot.detik.com

read more
John MayerNews

Cara Menukar E-Tiket Konser John Mayer

Cara Menukar E-Tiket Konser John Mayer

Penyanyi asal Amerika Serikat John Mayer siap menyapa para penggemarnya di Indonesia lewat konser Asia Tour 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada 5 April 2019 mendatang.

Untuk menghindari antrean panjang pada hari konser berlangsung, para penonton sudah dapat melakukan penukaran tiket terlebih dahulu. Penukaran tiket bisa dilakukan di Epiwalk Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Lantai 2, pada 1 hingga 3 April 2019, pukul 11.00 – 21.00 WIB.

Bagi para pembeli tiket, disarankan untuk tidak mengunggah foto barcode e-voucher atau e-ticket ke publik atau sosial media mana pun.

Baca juga: Inilah Harga Tiket Konser John Mayer

Penukaran tiket on the spot juga dapat dilakukan pada 4 – 5 April 2019 di ICE, BSD City, Hall 10, dimulai dari pukul 10.00 sampai 18.00 WIB.

Berikut adalah hal yang harus perhatikan saat menukar tiket:

  1. Bawalah e-Voucher / e-Tiket yang sudah dicetak
  2. Jangan lupa siapkan KTP / SIM / Paspor /kartu Pelajar  / kartu Mahasiswa yang masih berlaku dan asli ( nama harus sesuai dengan  yang tertera di e-Voucher / e-Tiket)
  3. Jika kartu yang dipakai saat membeli menggunakan kartu kredit dan jika menggunakan kartu kredit orang lain, harap membawa fotokopi KTP dan Kartu kredit orang tersebut.
  4. Jika Penukaran Diwakilkan bawalah e-Voucher / e-Tiket yang sudah dicetak dan surat kuasa yang  sudah ditandatangani diatas materai Rp. 6.000,-
  5. Sertakan juga Fotokopi kartu identitas yang namanya tercantum di e-Voucher / e-Tiket atau Kartu Kredit yang dipakai saat membeli ( jika Menggunakan Kartu kredit)
  6. Pada saat memasuki area pertunjukan diharapkan untuk membawa e-Voucher / e-Tiket, kartu RFID dan wristband yang sudah didapatkan pada saat penukaran tiket.
  7. Di hari pertunjukan, promotor juga menyediakan layanan dompet digital DANA sebagai alat untuk bertransaksi digital di area F & B. Unduh aplikasi DANA pada smartphone berbasis Android maupun IOS.

Source : kompas.com

read more
News

Glenn Fredly : Pentingnya Makna Berkolaborasi

Glenn Fredly : Pentingnya Makna Berkolaborasi

Penyanyi Glenn Fredly beranggapan bahwa kolaborasi antar musisi pada hari ini menjadi sangat penting untuk membangun proses kreativitas dan menguatkan solidaritas antar musisi itu sendiri.

Hal itu, kata Glenn, seperti apa yang baru saja ia lakukan bersama komposer Yovie Widianto dan penyanyi Tulus lewat sebuah singel berjudul “Adu Rayu” yang baru saja dirilis, baru-baru ini.

“Semoga masyarakat bisa menangkap kalau kolaborasi hari ini tuh penting banget, itu message yang pengin kami sampaikan sih hari ini,” ucap Glenn saat ditemui dalam sebuah diskusi di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019).

Menurut pelantun lagu “Januari” ini, kolaborasi telah membuat para musisi mampu menghasilkan sebuah karya yang lahir dari pemikiran bersama tanpa melihat latar belakang dan perbedaan gaya musik masing-masing.

Baca juga : Renn Miko Luncurkan Crazy About

“Itulah musik, enggak ada gap, yang ada justru kami menghasilkan karya, enggak ada tembok-tembok, yang ada kami lebur saja, kayak yang tadi kita bilang, kolaborasi ini tak hanya jadi momen buat lagu terus rilis,” tuturnya.

Glenn pun menambahkan bahwa dari pengalaman yang ia dapat saat berkolaborasi, tak hanya sekadar menguatkan ikatan para pelaku industri musik itu sendiri, tapi juga insan dunia kreativitas lainnya dari disiplin ilmu yang berbeda.

“Karena saya lihat orang-orang di belakang layar kayak (sineas) Davy Linggar bertemu terus membicarakan sebuah karya yang sama,” ungkapnya.

Pria berusia 43 tahun ini pun berharap kolaborasi yang ia lakukan bersama rekan-rekan musisi lainnya dapat memberi dampak positif kepada dunia musik Tanah Air.

“Ya namanya idenya begitu muncul kalau ini kejadian ya harapannya membangun industri bahwa dari musik bisa kemana-mana,” ujar Glenn.

Source : kompas.com

read more
1 2 3 4 5 84
Page 3 of 84