close

9 Cerita dibalik Lagu-lagu Hits AC/DC

AC / DC

9 Cerita dibalik Lagu-lagu Hits AC/DC!

AC/DC adalah grup musik hard rock asal Sydney Australia, berdiri pada November 1973 oleh rhythm guitarist Malcolm Young dan saudaranya lead guitarist Angus Young. Band ini telah menjual lebih dari 150 juta keping album di seluruh dunia.

Album mereka dari tahun 1980, Back in Black, terjual 42 juta keping di dunia (21 juta di Amerika Serikat saja). Band ini telah memiliki dua lead singers, dan penggemarnya terbagi dua antara penggemar “Bon Scott era” (1974-80), dan “Brian Johnson era” (1980-sekarang).

AC/DC juga telah melahirkan beberapa hits lagu yang mendunia, hits lagu itupun banyak cerita yang terkanding di dalamnya, Berikut adalah 9 cerita dibalik lagu-lagu hits AC/DC:

1. “Highway To Hell”

Hits terbesar AC/DC yang rilis 1979. Banyak yang menilai lagu ini bercerita tentang hingar bingar kehidupan tur grup rock yang penuh hedonisme. Ada juga yang mengatakan lagu ini adalah sebuah ironi dari lagu kebangsaan Led Zeppelin, “Stairway To Heaven”.

Sebenarnya, ada penjelasan yang lebih gamblang. “Highway To Hell” adalah julukan yang diberikan pada sebuah jalan, Canning Highway.

Sebuah jalan di Australia yang sering dilalui sang vokalis, Bon Scott, bila hendak pergi ke pub favoritnya, The Raffles.

2. “Let There Be Rock”

AC / DC telah memainkan lagu ini di setiap pertunjukan sejak tahun 1978. Angus Young menyetel amplinya begitu keras hingga meledak pada saat rekaman. “Malcolm menyaksikannya dengan mata terbelalak, tetapi dia mengatakan ‘Ayo Terus bermain!’ padahal ampliku sudah mengeluarkan asap,” kenang Angus.

Pada tahun-tahun awal karier mereka, konser AC/DC hanya ditonton kurang dari 100 orang.

3. “The Jack”

Dari album “High Voltage” yang rilis 1975, lagu ini awalnya berjudul “The Clap”. Seperti nama penyakit kelamin yang menular. Menceritakan pengalaman ketika mereka masih tinggal bersama di satu rumah di Australia awal 1970-an.

4. “Thunderstruck”

Lagu pembuka album ‘The Razor Edge’ (1990) ini terinspirasi setelah pesawat yang ditumpangi gitaris Angus Young terjebak badai. AC/DC menjadi headline untuk pertama kali saat manggung di Victoria Park tahun 1975.

5. “Dirty Deeds Done Dirt Cheap”

Lagu ini terinspirasi oleh film kartun “Beany dan Cecil”, film kesukaan Angus Young ketika ia masih kecil. Dalam sebuah episode serial TV ‘The Simpsons’ di tahun 2008,¬† terungkap jika Ned Flanders adalah penggemar dari band tribut kristiani AC/DC yang membawakan lagu ini dalam versi mereka yang disensor “Kindly Deeds Done For Free.”

6. “Whole Lotta Rosie”

Lagu ini bercerita tentang pengalaman mendiang Bon Scott, vokalis pertama AC/DC, dengan teman wanitanya yang berusia 19 tahun. Di pertunjukan live mereka, lagu ini biasanya disertai kemunculan boneka karet raksasa di atas panggung.

7. “You Shook Me All Night Long”

Ini adalah lagu pertama yang ditulis vokalis Brian Johnson bersama AC/DC setelah kematian Bon Scott. Johnson mengatakan, “Bagi saya, itu mungkin salah satu lagu rock terbaik yang pernah ditulis.”

Pada tahun 2002 Celine Dion dan Anastacia mencoba meng-cover lagu ini. Namun sayang, sebuah survey baru-baru ini menyatakan, lagu versi Celine Dion ini dianggap sebagai lagu daur ulang terburuk sepanjang masa.

8. “Back In Black”

Album “Back in Black” yang rilis 1980 mendapat banyak pujian dan termasuk salah satu album rock terbesar sepanjang masa. Lagu “Back in Black” berawal dari riff yang Malcolm Young selalu mainkan saat latihan pemanasan selama bertahun-tahun.

Sebagai penghormatan kepada Bon Scott, yang meninggal enam bulan sebelum dirilisnya album ini, mereka mencantumkan lirik ‘Forget the hearse/’Cause I never die’.

Lagu ini menjadi higlight di Glastonbury 2008 ketika Jay-Z menggunakannya sebagai soundbed untuk lagu “99 Problem”.

9. “For Those About To Rock (We Salute You)”

Judul / chorus lagu ini diambil dari penghormatan kuno yang digunakan oleh gladiator Romawi¬† (“Hail Caesar, we, who are about to die, salute you!”). Sementara suara meriamnya terinspirasi oleh perayaan pernikahan Pangeran Charles dan Diana tahun 1981.

Ketika AC/DC sedang latihan lagu tersebut, suara artileri perayaan pernikahan Diana terdengar melalui dinding studio.

 

read more