close

band indie

navicula

Tur Australia,Band Navicula Akan Tampil di 11 Panggung

navicula

Band Navicula

Untuk kali kedua, band asal Bali Navicula siap menghentak panggung di Negeri Kangguru, Australia pada 23 November hingga 10 Desember 2017. Hal tersebut diungkapkan secara langsung oleh sang frontman Robi Navicula saat ditemui di basecamp mereka dikawasan Ubud-Bali, Kamis (9/11/2017).

Ada empat kota yang akan di datangi oleh band yang beranggotakan Robi (vokal/gitar), Dankie (gitar), Made (bass) dan Falel (drum) tersebut. “Di Australia, sekitar 11 panggung yang akan kami jamah yang tersebar di empat kota. Empat panggung di Melbourne, dua panggung di Byron Bay, dua panggung di Sidney, dan tiga panggung rencananya akan dijajal di kota Brisbane,” kata Robi.

Sesuai rencana, Navicula akan tampil dibeberapa acara. Salah satunya Mapping Melbourne yang digelar oleh Multicultural Arts Victoria (MAV) di Testing Grounds, City Road, Southbank. Disinggung tentang kesempatnya bisa berkolaborasi dengan musisi Aborigin, Robi merasa cukup senang dan berbangga.

“Ini sangat menyenangkan secara pribadi, ini langka dan kesempatan berkolaborasi dengan musisi Aborigin ini mengingatkan kami pada akar budaya Bali. Dan pentingnya untuk tetap terhubung dan menghormati budaya lama,” imbuh pria satu anak ini.

Tidak hanya sekadar melangsungkan tur, di Melbourne, Navicula rencananya akan berkolaborasi dengan musisi Aborigin yakni Robbie Bundle dan Kutcha Edwards. Selain berkolaborasi di atas panggung, Navicula akan mengadakan sebuah workshop.

Untuk diketahui, Kutcha Edwards dan Robbie Bundle adalah sosok musisi dengan khas genre blues etnik yang cukup dikenal di Australia.

Band yang cukup aktif terlibat dalam gerakan lingkungan dan sosial tersebut. Bahkan dijuluki sebagai Green Grunge Gentlemen, lantaran pesan-pesan disetiap musik mereka sarat tema lingkungan.

read more
artikelindie

Kelebihan-kelebihan Band Indie

kelebihan

Band Indie atau Independent adalah musik yang diproduksi secara mandiri dengan genreyang antimainstream. Band Indie memiliki penikmat militan dan cenderung eksklusif. Dahulu, band indie tampil secara senyap, mengendap-endap, berbegerak dibawah tanah(Underground) untuk memupuk karya secara matang.

Akan tetapi hari ini atas bantuan pesatnya dunia cyber membuat band indie tak lagi mengendap-endap ia mulai muncul percaya diri menampilkan karya-karya alternatifnya di sosial media maupun internet secara umum. Akulturasi zaman inilah yang kemudian  membuat para band indie semakin semarak, menyebar dan terjaman secara mudah oleh semua kalangan.

Apa sebenarnya yang membedakan band indie dengan band-band mainstream lainnya? Apa sich kelebihan-kelebihan band indie? Berikut adalah beberapa kelebihan band indie yang patut kamu ketahui.

Band indie bebas berkarya tanpa ada tekanan dari pihak dapur rekaman. Murni dari kreativitas para pemainnya.

Berbeda dengan band mainstream, band indie berani menampilkan kemerdekaan dalam berkarya. Ia bernyanyi dan bermusik tidak memperdulikan pasar karena tujuannya adalah kepuasaan anggota. Sedang band mainstream orientasinya lebih pada selera pasar, bahkan pihak manajemen selalu memberikan arahan dan konsep tentang karya-karya mereka.

Untuk menggenjot jiwa idealisme bermusik, band indie adalah solusinya.

Apapun jika sudah di komoditaskan (jual-belikan) ia tidak murni lagi sebagai sebuah karya yang idealis. Sebab, antara pemenuhan pasar dengan sebuah karya yang diproduksi itu seimbang. Artinya, karya yang tujuannya dijual agar laku dipasaran adalah karya yang telah berkiblat pada keinginan pasar bukan karya yang lahir dari keinginan jiwa yang sadar.

Band indie mempunyai ciri khas. yang itu terkadang tidak dimiliki oleh band label besar.

Hari ini ciri khas menjadi hal yang penting dalam dunia musik. Hadirnya beragamangenre music membuat masyarakat mulai melirik dan menyelami beberapa genre saja. dan setiap genre terdapat penggemarnya masing-masing. Oleh karena itu, band indie dengan genre khasnya mampu menghadirkan dan menyedot penikmat tersendiri. Ciri khas itulah yang membedakan band indie dengan band label besar sebagai sebuah kelebihan.

Band Indie kebanyakan mengangkat isu-isu nasionalisme, perlawanan dan sosial. Liriknya dijahit dengan kalimat yang rapi, dan puitis tapi jarang sekali sampai melo.

Dentungan musik metal dan rock sering kali menjadi pilihan genre para band indie, dikarenakan genre ini melambangkan perlawan dan kebebasan. Jauh dari situ, para band indie menghindari pemakaian lirik yang terkesan cengeng dan ngepop. Karena bagi band indie itulah ladang bagi para band label besar untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Kelebihan lain dari band indie adalah ia tidak takut akan pembajakan. Sebab tujuan band indie bukan profit atau keuntungan uang.

Sehingga internet menjadi pilihan murah bagi band indie dalam mengajak masyarakat bersama-sama menikmati karyanya.Dengan hadirnya dana menjamurnya band indie dapat menjadi alternative bagi para penikmat music dalam mengarungi nada dan lirik yang menawan. Dapat menjadi alternative bagi mereka yang sudah bosan atau ingin menikmati music yang berbeda dengan band mainstream. 

read more
indie

Cleve, Penyelamat Indie Pop dari Ibukota

indie pop

Memberi Nafas Segar Untuk Indie Pop Tanah Air

Bagaimana nafas musik indie pop atau tweegaze saat ini ? Mungkin, mereka sedang sulit bernafas. Namun, hal itu akan mulai membaik, karena ada satu band yang menawarkan suguhan indie pop yang menarik, yaitu Cleve. Dua lagu berwarna cerah dan melodius berjudul “Jeda” dan “Lagu Pagi” dirilis di bawah naungan label Dismantled Records.

Cleve adalah band yang diisi oleh orang-orang lama di skena independen tanah air. Pada posisi gitar / keyboard, Cleve diperkuat oleh Andi Hans yang merupakan mantan personil dari C’mon Lennon, Efek Rumah Kaca, The Upstairs dan seabrek grup musik lainnya. Lalu, pada posisi bass, diisi oleh pemilik label Anoa Records bernama Peter. Penjaga gawang tempo musik, yaitu drum dikuasai oleh Ade Kris yang juga merupakan personil dari Blossom Diary. Selanjutnya, ada nama Amy pada gitar yang merupakan personil dari The Porno dan Space Donkey, dan terakhir pada vokal yang diisi oleh mantan personil Intenna, Oming Putri.

Dengan formasi tersebut, tentu materi Cleve dapat dikatakan menjanjikan. Seperti pada lagu “Jeda”, lagu yang ditaruh pada posisi pertama ini diisi dengan suara gitar yang renyah, dan bersanding dengan ketukan drum yang upbeat dan langsung dipenuhi oleh bebunyian musik indie pop. Ada bebunyian analog synthesizer yang dihasilkan dari instrumen keyboard, dan ini menjadi ornamen penting pada lagu “Jeda”. Menuju akhir, terdengar vokal beroktaf rendah dari Oming Putri. Hal ini membuat lagu “Jeda” terasa berwarna-warni. Masuk pada track selanjutnya yang berjudul “Lagu Pagi”. Cleve memberikan porsi lebih dibanding lagu pertama, yakni berdurasi lebih dari empat menit. Oming Putri mengawali lagu ini, dan kemudian suaranya disambung oleh permainan synthesizer yang banyak berimprovisasi, begitu juga temponya yang terus membuat pendengarnya tersenyum di bawah sinar mentari yang cerah sambil menari-nari.

Singkatnya, lagu ini secara jelas seperti ingin mengembalikan era keemasan musik-musik indie pop. Kalau disangkutpautkan dengan band-band lokal, materi Cleve serupa dengan Cherry Bombshell, Olive Tree, Jody & The Morning Glory Parade dan lain sebagainya. Silahkan nikmati dua lagu mereka lewat kenal Bandcamp resminya.

read more
artikelMoccaSoreWhite Shoes And The Couples Company

Bikin Bangga Indonesia! Inilah 5 Band Indie yang Berlayar Sampai Luar Negeri

Band indie adalah band-band yang tidak terikat dengan Label Musik atau bisa dikatrakan Band Indie adalah Band yang bebas dan mandiri. Mereka bisa menggunakan genre apapun atau lagu bertemakan apapun tanpa harus mengikuti kemauan Label Musik karena mereka tak terikat kontrak dengannya. Band-band indie juga banyak yang terkenal loh, jangan salah. Memang band-band yang memiliki label seperti Noah, Setia Band dan masih banyak yang lainnya adalah band-band yang kualitasnya memang tak usah diragukan lagi, tapi bukan berarti band-band yang tak memiliki Label Musik bisa diremehkan begitu saja. Contohnya 6 Band berikut dapat menunjukkan aksi hebatnya ke kanca internasional dan juga nasional. Mau tahu siapa saja? Yuk simak.

1. SORE

SORE adalah Band asal jakarta, SORE ini bergenre POP, dan anggota/personel bandnya semua menggunakan tangan kiri jika bermain gitar, alias Kidal. Prestasi yang pernah didapat oleh band ini adalah pernah sukses di Malaysia dan juga Rangking pertama 5 Band yang lagunya wajib didengar Versi TIME Asia loh.

2. White Shoes And The Couples Company

Band indie berikut bisa disebut Senior di dunia Musik Indie tanah air, dengan Style ala 70-an dan Vocal orisinil tetap terjaga bernuansa mendayu sendu. White Shoes And The Couples Company pernah manggung di Helsinky, FInlandia. Mereka tampil di Modern Sky Festival dengan model lawasnya ini. Dan sekarang ini band yang bisa disebut WSATCC ini dikontak Label Amerika loh.

3. MOCCA

Kebanyakan dari kamu pasti sudah kenal betul band yang satu ini. Berangkat dari label indie, Mocca menjadi salah satu band terbaik dengan aliran swing yang sukses mendulang fans hingga negeri Sakura karena beberapa lagu berbahasa Inggris-nya seperti I Remember. Mocca juga mengcover lagu The Beatles yang “I Will”

4. BANGKUTAMAN

Band beranggotakan empat pria yang berasal dari Jogja ini sering membawakan lagu-lagu mereka yang banyak menyuarakan isu-isu yang dekat dengan dunia kita sehari-hari. Mengusung aliran British pop, Bangkutaman sudah cukup lama melanglangbuana di indie scene Indonesia. Tak hanya di indonesia, mereka juga pernah manggung di luar indonesia juga loh.

5. Payung Teduh

Siapa yang tak mengenal band ini? band yang memanjakan telinga pendengarnya melalui alunan musik Pop dengan sentuhan Keroncong Jazz. Payung teduh sangat dikenal di Indonesia, Namun namanya tentu dikenal juga di negara tetangga seperti Malaysia dan sekitarnya.

Nah itu tadi adalah beberapa Band Indie yang namanya dikenal di Asia bahkan sampai ada yang di Eropa loh. Gimana menurut kalian ? apa tidak berkeinginan membuat Band Indie ?

 

read more
artikel

Setelah Penantian yang Cukup Lama, Rock N Roll Mafia Kembali Berkarya

rock

“Muncul kembali ke permukaan, RNRM menawarkan video klip unik dan eye-catchy.”

Akhirnya, grup musik elektronik asal Bandung yaitu Rock N Roll Mafia merilis official music videoyang bertajuk “Body Won’t Stop”. Setalah sekian lama dinanti, kini Rock N Roll siap kembali ke kancah musik indie. Rock N Roll Mafia merupakan konspirasi musik elektronik yang memutuskan untuk turun gunung setelah beberapa tahun lalu absen dalam merilis karya. Lima belas tahun berkarya adalah sebuah pencapaian yang tidak mudah dan tidak sebentar. Mereka berharap akan terus bertahan dengan proses pematangan materi musik dan kerjasama tim yang semakin solid.

“Anggota Rock N Roll Mafia”

Kini Rock N Roll Mafia beranggotakan Eky Darmawan di vokal, Hendra Jaya Putra di keyboardsynth, dan programming, serta Bueno Jurnalis pada bass dan synth. Mereka merampungkan “Body Won’t Stop” dengan menyajikan komposisi dinamis, didukung dengan visualisasi apik di video klipnya. Menampilkan dua talent yaitu CA Samuel Ellam (redsagency) & Hayati Azis (persona) Dylan & Audrey, kolaborasi kedua talent model ini terlihat unik di setiap scene, lengkap dengan lightsaber ala Starwars.

Tidak sampai situ, “Body Won’t Stop” menjadi sebuah inspirasi yang langsung diserap menjadi sebuah ide apik yang dituangkan ke dalam bentuk musik video oleh seorang seniman muda bertalenta kelahiran tahun 1995 bernama Dani Huda. Sebuah komposisi musik ini diperkuat dengan adanya Ykha Amelz dan Kafin Sulthan Reviera serta vokal dari Eky sendiri, yang berbeda dari album sebelumnya, lebih edgy dan fun.

Digarapnya music video ini bermula dari imajinasi kedua tokoh yang bermimpi menjadi tokoh sentral yang memiliki kekuatan super menjadi sorotan hingga akhir cerita. Musik-musik yang disuguhkan pun dibawakan dengan nuansa atraktif, imajinatif, dan cukup memanjakan mata secara visualisasi. Tak hanya latar music video-nya saja yang unik, gaya busana yang dipakai kedua model tersebut pun tak kalah menarik untuk disimak. Pada dasarnya, Dani Huda memang seorang fashion photographer yang didaulat menjadi sutradara dan produser dalam video ini. Ia ingin melihat para penikmat musik indie tidak bosan dengan konsep video yang biasa-biasa melainkan dengan sedikit bermain di area fashion yang eye-catchy, dibalut jalan cerita yang sedikit membingungkan.

Namun, di beberapa editing video terdapat beberapa ukuran layar yang terlihat full dan kadang pula setengah layar. Tetapi, itu semua terbayar dengan visual yang colorful, gaya fashion yang menarik dari Bleach Project, Dibba Official, Nadia Umami, Manda Selena, Rad Puspoyo, Regina Abigail. Video klip “Body Won’t Stop” dapat disimak di YouTube channel Rock N Roll Mafia.

read more
News

Band Indie Banda Neira Memutuskan Bubar

Banda Neira

Band Indie Banda Neira Memutuskan Bubar

Keputusan itu mereka umumkan dalam akun Instagram resmi mereka, Jumat (23/12).

Duo akustik yang digawangi Ananda Badudu (vokal, gitar, terompet) dan Rara Sekar (vokal, xylophone, piano) itu memang vakum setelah Rara memutuskan melanjutkan studi ke Selandia Baru.

Ananda dan Rara mengaku sudah mendiskusikan keputusan tersebut selama satu tahun. Tentu saja, keputusan itu tidak mudah.

“Akhirnya kami sampai pada sebuah kesepakatan. Kami bersepakat untuk tidak meneruskan Band Ini,” bunyi keterangan foto yang diunggah Banda Neira di Instagram.

“Bukan hal yang mudah membubarkan Band ini, terlebih kini karya Banda Neira bukan hanya milik kami berdua, tapi juga milik kalian para pendengar. Namun keputusan sudah bulat,” lanjutnya.

Baik Ananda dan Rara yakin, bubarnya Band ini adalah keputusan terbaik yang mereka ambil.

Grup yang baru saja merilis album Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti tahun ini tersebut meminta maaf tidak bisa memenuhi harapan penggemarnya.

“Kami meminta maaf sebesar-besarnya karena tidak bisa memenuhi harapan teman-teman yang ingin kami bisa terus bermusik bersama. Kami hanya bisa berterima kasih sebanyak-banyaknya buat semua pendengar juga teman-teman yang banyak berperan dalam perjalanan Banda Neira.”

Sepanjang kariernya, Band ini sudah menelurkan dua album penuh dan dua mini album.

“Semoga segala apresiasi, dukungan, kehangatan dan pertemanan yang kami dapatkan dari teman-teman dibalas dengan kebahagiaan dan kebaikan yang berlimpah. Terima kasih telah menjadi bagian penting dalam hidup kami. Sebuah kenangan yang akan selalu mengiringi ke manapun kami melangkah selanjutnya,” tutup Banda Neira.

read more
News

Indische Party Mengadakan Analog Tour Di 3 Negara

Indische Party Mengadakan Analag Tour Di 3 Negara

Indische Party Mengadakan Analag Tour Di 3 Negara

Indische Party, band  60’s revival  asal Jakarta buat kejutan untuk para penggemarnya. Kali ini bukan satu single atau album terbaru. tapi mereka akan mengumumkan keberangkatannya ke Malaysia, Inggris, dan Belgia untuk gelaran  ‘Analog Tour 2017’  pada bulan Oktober 2017. Tour ini diberi nama yang sama seperti judul album kedua Indische Party, Analog.

Indische Party Mengadakan Analag Tour Di 3 Negara
Indische Party Mengadakan Analag Tour Di 3 Negara

Di Malaysia, grup yang berisikan Japs Shadiq (vokal), Jacobus Dimas (bas), Kubil Idris (gitar), dan Tika Pramesti (drum) ini akan menggelar konser pada 13 Oktober 2017 di atas oleh Bijan FX yang bertempat di Petaling Jaya bersama dengan unit  indie rock  milik Noh Salleh, Da Vagabonds.

Di Malaysia, grup yang berisikan Japs Shadiq (vokal), Jacobus Dimas (bas), Kubil Idris (gitar), dan Tika Pramesti (drum) ini akan menggelar konser pada 13 Oktober 2017. di atas oleh Bijan FX yang bertempat di Petaling Jaya bersama dengan unit  indie rock  milik Noh Salleh, Da Vagabonds.

Di Eropa, Indische Party tampil di Rich Mix Cultural Foundation, London, Inggris pada 20 Oktober 2017, dan Les Brigittines di Brussels, Belgia, pada 21 Oktober 2017  Khusus dua negara Eropa tersebut, hadir Indische Party ke tanah ini adalah hasil undangan dari  Europalia Arts Festival , sebuah festival seni internasional dua tahunan yang diadakan di Belgia dan beberapa negara sekitarnya.

Dua konser di Eropa tersebut, Indische Party akan bermain dalam tema  “Indonesian 60’s & 70’s Night”.   ditemani oleh David Tarigan yang akan membawa musik-musik indonesia melalui piringan hitam. Selain itu, Indische Party akan bermain bersama  band tribute  untuk Dara Puspita bernama Flower Girls.

Indische Party Mengadakan Tur Analog Di 3 Negara
Tika Pramesti

Dalam Flower Girls, Tika Pramesti turut berkolaborasi sebagai penabuh druam dengan tiga perempuan lainnya.

Ungkapan Tika Dan Japs

“Sebetulnya untuk konser di Europalia Arts Festival ini sudah direncanakan dari pertengahan 2016, ditujukan untuk Flower Girls yang membutuhkan ganti lebih banyak sebagai band penghormatan. Sangat senang diberi kesempatan untuk terlibat kembali era kejayaan Dara Puspita dan buat Indische Party di tanah untuk yang pertama kalinya, “  terang Tika.

Sementara Japs Shadiq menambahkan,  “Sebetulnya kali ini kedua Indische Party datang ke London, setelah sebelumnya kita rekaman di Abbey Road Studios. Tapi yang menyenangkan, kali ini Indische Party akan tampil. Jadi setelah rekaman di negara tempat inspirasi musik kita berasal, Indische Party akan kembali untuk menyajikan hasilnya, “  ungkap sang vokalis tentang menjelang Indische Party kembali ke London.

Baca Juga: Mengetahu Debut Awal 5SOS

read more
Uncategorized

Terbentuknya White Shoes And The Couples Company

Terbentuknya White Shoes And The Couples Company

Terbentuknya White Shoes And The Couples Company

 

What’s Up Guyss.. hari ini  saya bakal membahas bagaimana sih Terbentuknya White Shoes And The Couples Company Band Indie Jazz Lokal dari Jakarta,yang memiliki lagu top nya yaitu Kisah Dari Selatan Jakarta.. Langsung aja cek this out

 

Terbentuknya White Shoes And The Couples Company

Grup musik yang membawakan musik Pop Indonesia. Musiknya banyak dipengaruhi oleh lagu-lagu dalam soundtrack filmclassic jazzclassic strings arrangements yang dibubuhi oleh irama retro disco, easy listening acoustic ballads dan sedikit sentuhan nada dari keyboard mainan anak-anak keluaran akhir tahun 70-an. Indonesia tahun 70-an, dan terinspirasi dengan semangat akustik para musisi tahun 30-an

White Shoes & The Couples Company terdiri dari Aprilia Apsari , Saleh , Yusmario Farabi , John Navid , Ricky Virgana , dan Aprimela Prawidiyanti . Apsari dan Farabi bertemu satu sama lain, mereka berdua belajar di fakultas seni rupa di Institut Kesenian Jakarta ( Jakarta Institute Of Arts ) . Keduanya membentuk band dengan rekan mereka , Saleh pada tahun 2002 . Pada tahun 2004 , Ricky Virgana , John Navid dan Aprimela Prawidiyanti ( istri Ricky Virgana) bergabung . Nama White Shoes and The Couples Company itu sendiri tercetus karena mode memakai sepatu putih di sekolah di mana mereka bertemu  Band ini menyanyikan sebagian besar lagu-lagu di Indonesia

Pada tahun 2005 , band ini merilis album self-titled mereka di Aksara Records . Pada tahun 2007 , mereka merilis sebuah EP berjudul Skenario Masa Muda di tahun 2007 . Dan di tahun yg sama mereka menandatangani kontrak dengan Minty Fresh, dan kembali merilis album self-titled mereka untuk rilis internasional .

Band ini dihormati oleh Rolling Stone sebagai salah satu yang terbaik 25 band di MySpace . Mereka juga dihormati oleh Allmusic sebagai salah satu dari 25 band paling crushworthy tahun 2006 .

Anggota Band:

  • Saleh Husein [Gitar Elektrik & Vokalis]
  • Aprilia Apsari [Vokal]
  • Rio Farabi [Gitar Akustik & Vokal]
  • John Navid [Drum & Vibes]
  • Aprimela Prawidyanti [Piano, Viola, Synth, Keyboards, Vokal]
  • Ricky Surya Virgana [Kontra Bass, Cello, Bass, Vokal]

Album Mereka:

  • White Shoes & The Couples Company (2007)
  • Album Vakansi (2010)

EP’s:

  • Skenario Masa Muda (2007)
  • Six Live Selection (2012)
  • Menyanyikan Lagu-Lagu Daerah(2013)

Sekian Artikel Dari White Shoes And The Couples Company

Baca Juga tentang  Fakta Unik Tentang Musik Angklung Yang Kamu Harus Tau

 

 

read more
Uncategorized

MENGENAL BAND INDIE DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA

Ada yang suka sama musik dari band indie ? tapi gatau apa itu band indie, jangan sampai ngakunya gaul tapi ditanya band indie pun engga tahu, oke kalo gitu simak aja biar tau apa itu band indie dan gimana band indie berkembang, Check it out!

Indie Itu Bukan Genre Musik

musik

Istilah Indie diambil dari kata Independent yang berarti merdeka, bebas, mandiri, dan nggak bergantung. Banyak yang menganggap kalo indie itu sebuah genre musik, seperti halnya rock, jazz, atau sebagainya. Anggapan tersebut sayangnya salah besar. Indie sendiri bukanlah suatu genre musik, melainkan sebuah gerakan musik yang bebas dan mandiri, nggak bergantung sama sebuah label musik atau sebagainya. Band Indie cenderung menciptakan lagu sesuai dengan apa yang mereka sukai dan genre yang mereka inginkan. Nggak jarang kalo lagu-lagu yang mereka ciptakan kebanyakan sangat anti-mainstream dari lagu-lagu di pasaran.

Seperti yang saya bilang sebelumnya, band Indie nggak punya label untuk bernaung. Nggak jarang mereka membuat label sendiri untuk merekam dan memasarkan karya-karyanya. Pemasaran mereka biasanya melalui antar kawan atau media sosial. Nggak jarang mereka sering melakukan konser-konser kecil di kota-kota besar untuk mempromosikan lagu-lagu mereka. Band Indie sama sekali nggak melibatkan major label atau perusahaan rekaman ternama untuk mempopulerkan karya mereka.

Mulai populer sejak tahun 80an

musik

Pada era tahun 1980an, tangga lagu untuk musik indie mulai diperkenalkan. Banyak band indie yang bermunculan, seperti The Smith dan Joy Division. Lanjut ke era 90an, Nirvana dan Radiohead yang juga merupakan band dengan label indie mulai menyebarkan virus indie ke berbagai belahan dunia dengan musik-musik mereka yang unik namun enak didengarkan. Selain itu, Radiohead juga sempat menggegerkan belantika musik dengan merilis album indie dengan sistem pay-what-you-like dimana para pembeli bisa bebas membayar berapapun untuk membeli album mereka.

Musik indie di Indonesia

musik

Di Indonesia sendiri, pengaruh band indie belum terasa hingga pada pertengahan tahun 1990 an. Namun, sebelum mengenal istilah indie, masyarakat Indonesia lebih mengenal istilah underground. Berbeda dengan indie, musik underground cenderung keras. Pas Band merupakan band yang memulai tradisi merilis album secara Indie. Mereka pun sukses menjual album mereka sebanyak 5.000 kopi. Karena keberhasilan Pas Band, akhirnya banyak band metal dan rock yang mengikuti jejak mereka.

Pure Saturday adalah band indie pertama selain metal yang membuat album rekamannya sendiri pada tahun 1995. Disusul oleh Mocca yang berhasil menjual album mereka hingga menembus angka di atas 100.000 kopi. Keberhasilan Mocca kemudian membawa dampak pada band-band Indie di Indonesia hingga sekarang.

Nah, itu tadi merupakan pengertian dan sejarah singkat mengenai band Indie. Buat kamu yang punya band, ini saatnya kamu berkarya dengan menciptakan lagu kamu sendiri dan memasarkannya lewat jalur indie. Selama lagu kamu bagus, band kamu akan diterima di pasaran.

 

Jangan lupa juga baca : 10 Album Terbaik Dream Theater Era Mike Portnoy!  

read more