close

Coldplay

News

Sukses di Industri Musik, Coldplay Tak Mau Sekadar Jual Tampang

Liputan6.com, Jakarta – Coldplay, band asal Inggris yang telah merasakan asam dan garam di industri musik sejak 1996 ini berhasil menorehkan prestasi. Band yang digawangi Chris Martin, Will Champion, Jonny Buckland, dan Guy Berryman ini berhasil membawa pulang Grammy Awards, menjadi 32 nomine di ajang penghargaan bergengsi tersebut.

Selain itu, Coldplay juga menjual 90 juta keping album miliknya di seluruh dunia. Lagu-lagu miliknya berhasil mendarat di deretan tangga lagu ternama dunia, seperti Billboard, sudah menjadi hal yang biasa bagi Coldplay.

Suasana konser Grup band Coldplay saat menghibur para penonton di Lapangan FedEx di Landover, Md, AS (6/8). (Photo by Brent N. Clarke/Invision/AP)

Musik yang dibawakan Coldplay disebut unik, membuat penggemar setianya makin jatuh cinta, misalnya lagu “In My Place” atau “Yellow”. Namun, tak hanya menghadapi fans, tapi juga haters, Coldplay menyadari itu konsekuensinya sebagai artis.

Beberapa haters menilai personel Coldplay tidak keren, dianggap kurang memiliki selera fashion yang bagus. Rupanya, pendapat itu telah sampai ke telinga Chris Martin, pentolan Coldplay. Dalam sebuah wawancara, Chris Martin pun mengungkapkan pendapatnya.

read more
Uncategorized

ALBUM COLDPLAY YANG TERPOPULER DI DUNIA,BERIKUT!

coldplay

Album coldplay!

Coldplay adalah grup musik rock alternatif yang dibentuk di London, Britania Raya, pada tahun 1996. Grup musik ini terdiri dari Chris Martin sebagai vokalis utama, Jonny Buckland sebagai gitaris utama, Guy Berryman sebagai bassis, dan Will Champion sebagai drummer.

Coldplay terkenal dengan dirilisnya singel “Yellow” pada tahun 2000. Dan dilanjuti oleh album debut mereka yang dirilis pada tahun yang sama, Parachutes, yang masuk ke nominasi Mercury Prize. Album ke-2 mereka, A Rush of Blood to the Head (2002), memenangi beberapa penghargaan, termasuk Album of the Year dari NME. Sementara, singel Clocks dari album ini memenangi penghargaan Record of the Year di Grammy Award ke-46. Album selanjutnya, X&Y menjadi album terlaris di dunia pada tahun 2005. Album ke-4 mereka, Viva la Vida or Death and All His Friends (2008), diproduksi oleh Brian Eno. Dan mendapat tanggapan positif, memenangi beberapa nominasi Grammy Award dan menang pada Grammy Award ke-51. Pada tahun 2011, mereka merilis album ke-5, Mylo Xyloto mendapat tanggapan positif yang beragam, memuncaki tangga album di 34 negara. Dan merupakan album rock terlaris di Britania Raya tahun 2011. Pada Maret 2014, mereka mengumumkan album ke-6 mereka yang berjudul Ghost Stories dirilis pada 19 Mei 2014. Kemudian pada tahun selanjutnya, Coldplay kembali merilis album “A Head Full of Dreams” pada 4 Desember 2015.

Aktif berkarier sebagai band sejak tahun 1996, Coldplay telah banyak berkontribusi di dunia musik, yakni dengan melahirkan 7 album dengan nuansa dan sentuhan berbeda. Band yang digawangi oleh Chris Martin, Jonny Buckland, Guy Berryman, dan Will Champion ini pun membuktikan kesuksesan mereka dengan membawa pulang 62 penghargaan dari 209 nominasi hingga kini.
Apa yang membuat band asal Inggris ini begitu terkenal?. kami telah merangkum album-album musik mereka dari berbagai sumber mulai dari yang pertama hingga yang terakhir.

Parachutescoldplay

Album debut Coldplay akan segera merayakan sweet seventeen-nya pada 10 Juli mendatang. Dari studio album pertama ini, Coldplay berhasil membuat beberapa hits singles seperti ‘Shiver’, ‘Yellow’, ‘Trouble’, dan ‘Don’t Panic’. Walaupun baru mengeluarkan album perdana, Coldplay berhasil memboyong piala Grammy Award untuk Best Alternative Music Album tahun 2002.
Di negara asalnya, mereka berhasil mendapatkan delapan sertifikat platinum dengan menjual sekitar 2,6 juta keping album. Sedangkan di Amerika Serikat, mereka hanya berhasil mendapatkan dua sertifikat platinum dengan hasil penjualan sekitar 2 juta keping.
Dibalik kesuksesan ‘Parachutes’ yang memperkenalkan Coldplay untuk pertama kalinya di dunia, Chris Martin menyatakan bahwa mereka tidak suka dengan album tersebut. “Kami tahu musiknya jelek dan kami selalu mencoba untuk memikirkan apa yang bisa kami lakukan selanjutnya,” ucapnya seperti dilansir USA Today.

A Rush of Blood to the Head

Coldplay menghadirkan album ke-2 yang lahir tanggal 26 Agustus 2002. Lagi-lagi, Coldplay kembali memenangkan nominasi Best Alternative Music Album di Grammy Awards 2003. Satu tahun setelahnya, mereka kembali membawa pulang piala Grammy untuk kategori Record of the Year atas lagu ‘Clocks’.
‘In My Place’, ‘The Scientist’, dan ‘Clocks’ menjadi garda terdepan untuk ‘A Rush of Blood to the Head’. Album juga dinilai lebih sukses daripada album perdana mereka. Coldplay pun berhasil menjual 2,9 juta keping dan mendapatkan sembilan sertifikat platinum di Inggris. Di Amerika Serikat, mereka hampir menjual 5 juta keping tapi hanya mendapatkan empat sertifikat platinum.

X&Y

Tiga tahun kemudian, tepatnya tanggal 6 Juni 2005, Coldplay meluncurkan album ‘X&Y’. Album ini terkenal setelah dua lagunya, ‘Speed of Sound’ dan ‘Fix You’, berhasil membuat penggemar terngiang-ngiang akan lagu dan maknanya. Produser dari album ini, Ken Nelson, mengatakan bahwa album ke-3 Chris Martin dan kawan-kawan menyulitkan dirinya karena ia hampir memproduseri semua lagu di album tersebut.
Dengan album ini, band beraliran alternative rock ini berhasil menempati posisi teratas UK Albums Chart dan US Billboard 200. Sayangnya, kali ini Coldplay harus melepas nominasi Best Rock Album kepada U2 di ajang Grammy Awards ke-48. Namun, mereka berhasil membawa pulang penghargaan Best British Album dari BRIT Awards.

 

Viva La Diva

Album ini memiliki nama panjang ‘Viva la Vida or Death and All His Friends’, tapi dipersingkat agar lebih mudah diingat. Album ini merupakan album ke-4 Coldplay setelah vakum produksi selama tiga tahun. Setelah rilis tanggal 12 Juni 2008, Coldplay memperkenalkan album mereka yang berisi lagu cinta, kehidupan, kematian, dan perang.
Lagi-lagi, album Coldplay menuai kesuksesan dengan beberapa single tersohornya seperti ‘Viva la Vida’, ‘Violet Hill’, dan ‘Lovers in Japan’. Dalam album ini, musik mereka mengusung orkestra, tribal, dan musik bernuansa afropop.
Tahun 2009, band beranggotakan empat orang ini juga membawa pulang Grammy Award untuk Best Rock Album. Namun, ‘Viva la Vida’ hanya terjual 1,5 juta keping di Inggris dan 2 juta keping di Amerika Serikat. Tapi, seperti album-album sebelumnya, lagu-lagu dari Coldplay tetap berhasil membuat pendengar terus mendendangkan musik mereka.

Mylo Xyloto

Album ke-5 mereka ini dirilis pada 2011 lalu. Di album ini, Coldplay kembali berkolaborasi dengan produser Brian Eno, musisi yang terkenal dengan musik ambient-nya, setelah bekerja sama di album ‘Viva La Vida’.
Mengusung tema rock opera, ‘Mylo Xyloto’ bercerita tentang peperangan pemerintah yang superior terhadap suara dan warna di dunia bernama Silencia yang dihuni oleh masyarakat Orwellian. Di dalamnya, hadir Mylo dan Xyloto yang perjalanan cintanya digambarkan oleh Coldplay di album ini. Sesuai dengan pernyataan drummer Will Champion, Mylo dan Xyloto sedang mencoba untuk melarikan diri bersama dan kisah cinta mereka berakhir bahagia.
Di 2011, ‘Mylo Xyloto’ terjual sebanyak 208.000 keping di minggu pertamanya rilis. pada tahun 2013, album tersebut telah terjual sebanyak 8 juta keping di dunia. Tidak heran apabilan penjualan album ke-5 mereka ini menjadi salah satu yang terbaik. Buktinya, lagu-lagu seperti ‘Every Teardrop Is a Waterfall’, ‘Paradise’, ‘Charlie Brown’, dan ‘Princess of China’ yang berkolaborasi dengan Rihanna adalah beberapa lagu terlaris mereka.

 

Ghost Stories

Ini dia album tergalau Coldplay dalam sejarah. Ya, ‘Ghost Stories’ adalah mahakarya Chris Martin yang terinspirasi dari perceraiannya dengan Gwyneth Paltrow di tahun 2014.
‘Magic’, ‘Midnight’, ‘A Sky Full of Stars’, ‘True Love’, dan ‘Ink’ adalah empat lagu andalan album ke-6 Coldplay yang satu ini. Sebenarnya, hampir seluruh lagu di album ‘Ghost Stories’ menjadi andalan, seperti ‘Always in My Head’, ‘Another’s Arms’, ‘Oceans’, dan ‘O’.
Menghadirkan produser-produser musik ternama seperti Avicii, Timbaland, Madeon, dan Jon Hopkins, ‘Ghost Stories’ terjual sebanyak 168.000 keping dalam wakty seminggu setelah diluncurkan, menjadikan album tersebut sebagai album ke-2 terlaris di Inggris pada 2014 lalu. Di tahun yang sama, ‘Ghost Stories’ laku sebanyak 3,7 juta keping di duni

 

A Head Full of Dreams

Rilis 4 Desember 2015 lalu, album terakhir Coldplay ini direkam setelah album ‘Ghost Stories’ rampung. Di beberapa lagu, Coldplay berkolaborasi dengan sejumlah musisi, seperti Beyonc√©, Noel Gallagher, Tove Lo, Khatia Buniatishvili, dan Merry Clayton. Album ini juga menghadirkan suara mantan Presiden Barack Obama menyanyikan lagu ‘Amazing Grace’ saat penguburan Clementa C. Pinckney, seorang anggota parlemen sekaligus pastur di lagu ‘Kaleidoscope’.
Menurut International Federation of the Phonographic Industry, ‘A Head Full of Dreams’ adalah album ke-8 dengan penjualan terbaik di 2015 dengan 1,9 juta keping album terjual di seluruh dunia. Pada Maret 2017, album ini terjual sebanyak 5 juta kopi di dunia.

Baca juga : 9 Fakta Tentang Musik, Kamu Harus Tahu!

read more