close

kerusuhan konser

Music Facts

12 Tragedi Konser Musik Rock Terburuk Sepanjang Sejarah

  1. Altamont Free Concert Tahun 1969

Konser musik rock and roll terbesar di akhir 60’an setelah Woodstock adalah Altamont free Concert. Altamont Free Concert yang berlangsung di California Utara pada 6 Desember 1969, empat bulan setelah Woodstock, yang dihadiri oleh

300.000 penonton dan diramaikan oleh band papan atas saat itu diantaranya: Rolling Stones, Jefferson Airplane dan Grateful Dead (yang batal tampil). Kesalahan terletak
pada pihak penyelenggara yang saat itu menggunakan jasa gang motor besar ternama di AS, Hell’s Angel, sebagai keamanan konsert.

Namun keadaan semakin tidak terkendali ketika para penonton larut dalam alunan musik rock, mereka yang dipengaruhi oleh obat bius dan alkohol mulai bertingkah
seenaknya dan memicu kemarahan para anggota Hell’s Angel yang ada disekitar panggung. Dan memang pada dasarnya para biker ini memiliki naluri kekerasan yang tidak
seperti dimiliki para penonton musik rock.

Mereka yang juga dipengaruhi oleh minuman bir, terprovokasi dan mulai melakukan aksi kekerasan terhadap penonton yang bertingkah seenaknya.
bahkan ketika salah satu anggota Jefferson Airplane, Martin Balyn terkena bogem seorang Hell’s Angel. Lalu the Rolling Stones tampil, salah seorang
penonton harus mendapatkan luka tusukan dari seorang Angels yang menikamnya. Bahkan Mick dan Keith harus sibuk menenangkan para penonton yang mulai tidak nyaman atas
perlakuan dan sikap para Angels itu. diperkirakan Total penonton yang cedera di konser Altamont Free Concert ini berjumlah 850 orang.

2. World Series of Rock Tahun 1979

Terjadi pada 28 juli 1979 di Cleveland Stadium, saat itu Aerosmith tampil sebagai band pembuka, salahsatu band yang saat ini menjadi legenda di Amerika Serikat.

Ketika itu banyak dari penonton yang harus berkemah bahkan tidur begitu saja di luar stadion agar dapat masuk lebih awal dan mendapatkan posisi yang tepat ketika
konser berlangsung. Dan ketika itu pula terjadi tindak kejahatan, ketika seorang kriminal menembak membabi buta ke arah ratusan penonton yang sedang berkemah ataupun
berkumpul dan berbincang-bincang. Akibatnya lima orang tewas akibat tertembak, bahkan satu di antaranya tewas mengenaskan.

terjadi beberapa aksi perampokan, perkelahian dan vandalisme, Akhirnya konser rutin ini harus berakhir di tahun 1980, akibat seringnya terjadi tindak kejahatan dan kekerasan.

3. The Who di Cincinnati Tahun 1979

3 Desember 1979, 11 orang penonton tewas dan puluhan lainnya cedera ketika sedang mengantri memasuki Riverfront Coliseum, Cincinnati, Ohio, tempat digelarnya konser band legendaris the Who.

Tragedi ini diakibatkan oleh kelalaian penonton sendiri dan tidak siapannya pihak penyelenggara konser akan situasi dan kondisi di Coliseum. Meskipun tragedi
terjadi, saat itu the Who tidak diberikan informasi mengenai adanya kerusuhan dan jumlah korban yang meninggal akibat kekacauan yang terjadi. Mereka baru diketahui
di saat lagu penutupan akan dimainkan. Setelah konser tersebut pemerintah Kota Cincinnati melarang dilangsungkannya konser musik rock dengan menggunakan kursi.

4. Monsters of Rock Tahun 1988

sebuah kerusuhan terjadi ketika Monster of Rock diadakan pada 1988, ketika dua orang penonton terbunuh saat Guns N’ Roses beraksi di atas panggung.

dua orang penonton tersebut tewas akibat kekurangan oksigen. Setiap kali Monster of Rock digelar jumlah penonton selalu bertambah dan pada 1988, Donnington Park, Inggris dipadati oleh 100.000 penonton yang datang dari berbagai negara, terutama wilayah Eropa.

Situasi dan kondisi yang sering terjadi ketika konser digelar adalah hujan turun dengan deras yang menyebabkan arena konser menjadi berlumpur, sehingga menyulitkan
para penonton untuk bergerak bebas. Namun hal tersebut tidak terjadi ketika Monster of Rock yang digelar pada 1990, jumlah penonton yang masuk kawasan arena
dibatasi oleh pihak penyelenggara agar tragedi tersebut tidak terulang.

5. Montreal Riot Tahun 1992

sebuah panggung yang sama di Olympic Stadium Montreal, 8 Agustus 1992. Ketika itu penampilan Metallica harus dihentikan lebih awal setelah sang vokalis, James Hetfield mengalami luka bakar stadium tiga. Luka tersebut didapatkan ketika
James berdiri terlalu dekat dengan efek peluncur kembang api. Akibatnya selama hampir dua jam penonton harus berdiri menatap panggung yang kosong.

Namun angin segar datang ketika Guns N’ Roses tampil di atas panggung, namun mereka hanya mampu bermain selama 55 menit setelah Axl Rose meninggalkan panggung akibat
gangguan pada pita suaranya. Emosi penonton yang telah tertahan sejak lama pun akhir menyeruak, sebanyak 53.000 penonton yang kecewa mengekspresikan kemarahan mereka
dengan pesta kekacauan di stadion Kota Montreal, Kanada.

6. Woodstock ’99 Tahun 1999

Woodstock pada awalnya merupakan konser musik yang berlangsung pada 1969 untuk menyuarakan pesan damai kepada dunia. Ketika itu dunia sedang dilanda peperang fisik
dan syaraf (perang dingin antara Amerika Serikat dengan Russia). Namun konser Woodstock yang diadakan untuk ketiga kalinya yakni pada 22-25 Juli 1999 di Kota
New York, berlangsung ricuh dan kacau. Padahal konser ini diikuti oleh puluhan band-band hebat dunia, seperti Korn, Limp Bizkit, Red Hot Chili Peppers dan Rage
Against the Machine.

dari awal konser  berlangsung di arena konser memang sudah terlihat buruk. cuaca yang panas membuat para penonton cepat sekali kehausan dan kerumunan massa yang banyak mengharuskan beberapa orang mengalami sesak nafas. Para penonton harus merogoh koceknya sebesar 4 dolar AS untuk mendapatkan air segar, dan bahkan fasilitas toilet yang disediakan oleh panitia tidak sebanding dengan ribuan massa yang ada di area konser.

Kerusuhan pertama terjadi pada 24 Juli, Sabtu malam, saat itu Limp Bizkit sedang beraksi di atas panggung. Dikabarkan selama berlangsung pertunjukkan tersebut
terjadi pemerkosaan terhadap seorang perempuan yang dilakukan secara massal di dalam kerumunan. Dan banyak pula berita beredar adanya kasus-kasus pelecehan seksual
yang terjadi. Berdasarkan laporan kepolisian setempat ada empat kasus pemerkosaan yang terjadi selama Woodstock ’99.

Bahkan kerusuhan semakin menjadi ketika Limp Bizkit membawakan lagu “Break Stuff”, beberapa penonton mencopot papan pagar membawanya ke tengah kerumunan massa.
Bahkan ketika Red Hot Chili Eppers beraksi pun, terlihat api unggun. Mereka membakar pagar, papan kayu, dan benda-benda lainnya sehingga arena konser semakin memanas.

7. Festival Roskilde Tahun 2000

Festival Roskilde yang berlangsung di Denmark pada 2000 lalu berakhir tragis, sembilan penggemar dinyatakan tewas ketika band asal Seattle Pearl Jam melakukan
pertunjungan di panggung Orange. Penyebab kematian diduga akibat kekurangan oksigen, dengan kata lain sembilan orang itu mati tercekik oleh desakan massa yang
jumlahnya puluhan ribuan.

Sekitar 45 menit setelah Pearl Jam beraksi di atas panggung, kerumunan penonton yang jumlahnya sekitar 50.000 mulai memadati dan bergerak maju. Akibatnya penonton
yang berada di barisan paling depan terdesak hingga tertekan ke pagar pengamanan. Ada yang tercekik dan jatuh terinjak, ada pula yang salah satu bagian tubuhnya
masuk ke dalam celah pagar dan terjepit, kepanikan dan keresahan mempercepat kebutuhan udara yang tidak maksimal. Sehingga mereka yang ada di barisan depan
khususnya mengalami sesak nafas akibat berdesakan.

Penyebab utama kerusuhan Rodskilde ini masih diperdebatkan, ada yang mempermasalahkan hujan yang saat itu turun cukup deras. Sehingga menyebabkan arena menjadi
berlumpur, lalu penggunaan narkoba di kalangan penonton, keamanan yang kurang baik, hingga penggunaan pagar pengamanan yang tidak baik. Apapun penyebabnya, peristiwa
tragis ini membuat Pearl Jam berempati cukup dalam. Mereka pun menciptakan sebuah lagu “Love Boat Captain” yang di dalamnya terdapat kalimat, “Lost nine friends
we’ll never know… two years ago today.”

8. Pearl Jam at Roskilde Tahun 2000

Festival Roskilde yang berlangsung di Denmark pada 2000 lalu berakhir tragis, sembilan penggemar dinyatakan tewas ketika band asal Seattle Pearl Jam melakukan
pertunjungan di panggung Orange. Penyebab kematian diduga akibat kekurangan oksigen, dengan kata lain sembilan orang itu mati tercekik oleh desakan massa yang
jumlahnya puluhan ribuan.

Sekitar 45 menit setelah Pearl Jam beraksi di atas panggung, kerumunan penonton yang jumlahnya sekitar 50.000 mulai memadati dan bergerak maju. Akibatnya penonton
yang berada di barisan paling depan terdesak hingga tertekan ke pagar pengamanan. Ada yang tercekik dan jatuh terinjak, ada pula yang salah satu bagian tubuhnya
masuk ke dalam celah pagar dan terjepit, kepanikan dan keresahan mempercepat kebutuhan udara yang tidak maksimal. Sehingga mereka yang ada di barisan depan khususnya
mengalami sesak nafas akibat berdesakan.

9. Marilyn Manson Freakers Ball Tahun 2003

Di mana pun Marlyn Manson melakukan konser, ia selalu melakukan hal-hal yang kontroversial, sensasional dan tabu. Dan ulahnya itu pun dilakukan ketika
ia melangsungkan konser di acara Freakers Ball di Kansas City, Missouri, 30 Oktober 2003. Setelah menyelesaikan dua lagu, sekitar 12.000 penonton mendesak dan
berhasil menjebol pagar keamanan, bahkan para petugas pun tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya penampilan Marlyn dihentikan lebih awal oleh pihak penyelenggara.

Ketika beberapa penonton meninggalkan area konser dengan tertib dan damai, namun tidak dengan 2.000 penonton yang masih kesal dan marah akibat dihentikannya konser
Marlyn. Mereka pun mengamuk di dalam area konser, melemparkan botol yang diisi oleh air kencing, merusak benda-benda di sekitarnya. Pihak kemanan konser pun segera
menghubungi polisiuntuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

Ribuan polisi tiba bersenjatakan pentungan karet, tameng, spray merica. Akibat kerusuhan ini tujuh orang penonton terluka, satu orang ditangkap dan sembilan mobil
polisi dan properti di sekitar arena konser rusak parah.

10. Great White di Rhode Island Tahun 2003

Ini mungkin menjadi konser musik rock paling mengerikan sepanjang sejarah. Pada bulan Februari 2003 silam, ketika Great White menggelar konser di West Warwick, Rhode
Island, AS, insiden kebakaran terjadi dan menewaskan ratusan orang.
Menurut laporan, kebakaran terjadi karena penyalahgunaan kembang api dan dengan mudah api melahap semua yang ada di lokasi konser. Kebanyakan dari penonton yang
tewas dikarenakan asap beracun yang terhirup.

Kebakaran itu membuat panik penonton. Mereka tidak dapat dengan mudah keluar begitu saja dari kobaran api. Beberapa ada yang meninggal karena keinjak-injak saat
mencoba keluar. Tercatat, 230 orang luka-luka dan 100 orang tewas dalam insiden mengerikan itu, termasuk gitaris Great White, Ty Longley. Dikabarkan, Longley sempat lolos dari kebakaran, tetapi ia kembali ke panggung untuk mengambil gitarnya. Namun sayang, ia tidak bisa kembali dengan selamat.

11. Family Values Tour Tahun 2006

Sebuah kekacauan terjadi di Konser Family Values Tour 6 Juli 2006 ketika band hip metal Korn memulai pertunjukannya di HiFi Buys Amphitheater Atlanta, Georgia.
Namun sebenarnya semenjak awal gejala kerusuhan telah terlihat, apalagi penonton yang jumlahnya ribuan mulai terlihat mabuk dan tidak bersahabat satu sama lain.

ketika Deftones sedang bersiap-siap tampil, dua orang penonton terlibat perkelahian di dalam kerumunan massa. perkelahian dipicu oleh Michael Scott Axley yang mencuri topi milik Andy Richardson. Namun kabar lainnya mengatakan Richardson meminta Axley untuk menjaga sikapnya karena di dekatnya ada perempuan yang sedang hamil, selain Axley juga memprovokasi seorang anak kecil.

Dan akhirnya mereka berdua terlibat perkelahian, Axley tidak menerima perlakuan dan permintaan Richardson sehingga mulai memukulnya. Perkelahian tersebut memicu
massa disekitarnya untuk terlibat memukuli Richardson hingga tewas. Akibat peristiwa tersebut, Axley dihukum penjara selama 10 tahun atas aksi kekerasan, dan
sepertinya topi yang memicu perkelahian ini.

ada yang mempermasalahkan hujan yang saat itu turun cukup deras. Sehingga menyebabkan arena menjadi berlumpur, lalu penggunaan narkoba di kalangan penonton, keamanan yang kurang baik, hingga penggunaan pagar pengamanan yang tidak baik. Apapun penyebabnya, peristiwa tragis ini membuat Pearl Jam berempati cukup dalam. Mereka pun menciptakan sebuah lagu “Love Boat Captain” yang di dalamnya terdapat kalimat,
“Lost nine friends we’ll never know… two years ago today.”

12. San Bernardino Punk Riot Tahun 2006

Subkultur skinhead sejak lahir memiliki dua kubu yang saling bersitegang dan tidak mungkin disatukan. Ada yang beraliran pro-rasis dan anti-rasis, dan kejadian ini
pun menjadi lecutan yang mengakibatkan kekacauan di dalam sebuah konser Punk Riot yang diadakan di San Bernadino, California, di National Orange Shown Event Center
2006 lalu.

Percikan permusuhan telah terjadi di luar arena konser, diawali oleh skinhead neo-Nazi dengan anti-rasis. Bahkan skinhead dari kalangan anti-rasis memburu skinhead
yang meneriakan slogan “white power” ke dalam kerumunan penonton. Bahkan para penonnton yang kebanyakan anti-rasialisme pun turut melempari skinhead neo-Nazi
tersebut dengan benda-benda yang ada di sekitarnya.

Beruntung skinhead yang diburu massa tersebut bisa dilindungi dan diamankan oleh pihak keamanan konser, sehingga kemarahan para punkrocker dan skinhead lainnya bisa
diredam. Namun pihak keamanan rupanya tidak memperhatikan lebih jeli, karena tak lama kemudian beberapa kalangan skinhead anti-rasis yang terlanjur marah menjejali
dan mendobrak pagar pengaman. Mereka pun berhasil mendapatkan skinhead neo-Nazi yang masih muda, dan menusuknya. Ia pun tewas akibat banyak luka tusukan.

Petugas medis pun berhamburan untuk menyelamatkan pemuda plontos yang malang tersebut. Sementara petugas keamanan dengan tegas dan cekatan menghalau massa yang sudah
tidak terkendali lagi. Sekitar 1.500 massa yang di dalamnya adalah punkrocker dan skinhead, berhamburan keluar arena konser.

Di luar arena mereka yang masih kecewa dan marah mengekspresikannya dengan membuat kerusuhan, memecahkan kaca-kaca toko dan rumah di sekitar arena konser. Kerusuhan
ini mengakibatkan dua penonton mengalami cedera serius, empat orang polisi pun demikian. 12 orang perusuh berhasil diamankan, dan kerugian material akibat kerusuhan
ini senilai 500.000 dolar AS.

read more