close

Konser

News

Virzha Akan Menggelar Konser Tunggal 5 Tahun Berkarya

Penyanyi Di Muhammad Devirzha atau sering dipanggil Virzha berencakan akan menggelar konser tunggalnya untuk pertama kali.

Konser tersebut dibuat dalam rangka memperingati lima tahun sudah dirinya berkarya di industri musik Tanah Air. Tentunya ini menjadi salah satu pembuktian bagi Virzha sebagai musisi pendatang baru di Indonesia.

“Pembuktian bahwa pasalnya Virzha adalah the real musisi di Indonesia, jadi nggak cuma hanya bisa nyanyi. Virzha pengin memperkenalkan karya-karyanya lewat lagu yang ada di album aku,” ungkap Virzha.

Dalam konsernya nanti, Virzha berencana akan banyak cerita soal mengapa dirinya memilih terjun menjadi musisi sebagai jalan hidup.

Baca juga: Kisah Makna Lagu Jalan Pulang Pusakata

“Mudah-mudahan di konser itu aku bisa membuka cerita sehingga teman-teman bisa tahu kenapa Virzha memilih musik dan menjadi musis untuk hidup,” ucap Virzha.

Untuk persiapannya sendiri sudah mulai berjalan. Rencananya, Virzha akan menggelar konser tunggalnya itu antara di Jakarta dan Depok.

“Persiapan sekarang lagi funkot, daerah mana yang kepilih itu adalah Jakarta pada waktu itu lebih khususnya Jabodetabek. Antara Bintaro dan Depok antara dua itu,” tukas pelantun ‘Aku Lelakimu’ itu.

source: hot.detik.com

read more
Syahrini

Syahrini Gelar Konser JOS ke 10tahun

Syahrini

Para penonton yang telah membeli tiket konser Journey of Syahrini (JOS) #10TahunJambulKhatulistiwa diharapkan tidak salah kostum.

Syahrini mengumumkan bahwa penonton harus mengenakan busana warna merah untuk wanita dan putih untuk pria. Hal itu diungkapkan oleh Syahrini melalui akun Instagram-nya, @princessyahrini,Selasa (18/9/2018).
“Pemirsaaah…Inih Warna DRESS CODE Tercetar Untuk Datang Ke Konser Shiowww Nya Incesss Yaaa. Women in RED. Men in WHITE,” tulis Syahrini.

 

 

Konser tunggal itu merupakan perayaan 10 tahun karier Syahrini di industri musik Indonesia. Konser itu diselenggarakan di ArtPreneur Ciputra, Kuningan, Jakarta Selatan pada 20 September 2018. Konser yang akan dikomando oleh arranger Nikita Dompas itu mengusung pertunjukan musik dan komedi. Untuk komedi, Syahrini mengandeng para komika dari Majelis Lucu. Tidak hanya bernyanyi sendirian, Syahrini juga akan berkolaborasi dengan tiga penyanyi lain. Mereka adalah Glenn Fredly, Tompi, dan Rendy Pandugo.

read more
Ed Sheraan

Dengan Terpaksa Ed Sheraan Membatalkan Konser Di Jakarta

dibatalkan

Hal buruk yang ditakutkan para penggemar Ed Sheeran di Tanah Air akhirnya benar-benar menjadi kenyataan. Konser Ed Sheeran yang rencananya akan digelar pada 9 November 2017 mendatang di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, dibatalkan.

Penyebabnya, tak lain adalah cedera patah tulang yang diderita Ed Sheeran akibat kecelakaan sekitar dua minggu lalu.

Hal ini disampaikan oleh Bookmyshow.id, platform resmi pembelian tiket Ed Sheeran, dalam pernyataan resmi. Dan ternyata, bukan hanya Indonesia yang mengalami pembatalan ini.

“Meskipun upaya terbaik sudah dilakukan, dikarenakan ketidaksesuaian jadwal dan ketersediaan tempat yang terbatas pada bulan April 2018, Ed Sheeran terpaksa membatalkan turnya di Taipei, Seoul, Hong Kong dan Jakarta,” begitu isi pernyataan dari BookMyShow.id.

Kabar ini diperkuat dengan kicauan dari akun resmi Marygops Asia Group, promotor konser ini di Tanah Air. “Berita yang menyedihkan. Ed Sheeran Live in Jakarta 2017: Dibatalkan.

Dalam keterangan dari BookMyShow ini, disertakan pula pernyataan dari Ed Sheeran. “Kunjungan lanjutan saya ke para dokter hari ini menegaskan bahwa saya baru akan bisa tampil di pertunjukan Singapura dan seterusnya. Osaka, Tokyo dan Manila akan dijadwal ulang pada bulan April 2018. Tanggal acara saya di Taipei, Seoul, Hong Kong dan Jakarta dengan sedih perlu dibatalkan karena tidak mungkin menjadwal ulang ini untuk tahun depan.”

Pelantun “Shape of You” ini menyatakan rasa penyesalannya karena harus membatalkan konsernya.

“Saya merasa benar-benar terganggu bahwa tidak semua tanggal yang ditunda dapat dijadwal ulang dan saya bekerja keras dengan tim saya untuk mencoba dan kembali ke tempat-tempat ini sesegera mungkin untuk melihat Anda semua. Saya minta maaf kepada semua orang yang telah terpengaruh oleh ini.”

Sementara itu, jadwal pengembalian uang tiket konser Ed Sheeran melalui BookMyShow akan mulai diproses pada Jumat (3/11/2017) mendatang.

read more
Slank

Slank Bernyanyi Mellow Hingga Rock di IDN Soundscape

slank

Slank Di IDN Soundscape

Keseruan panggung IDN Soundscape 2017 semakin lengkap oleh penampilan keren Slank. Panggung yang digelar Sabtu (28/10/2017) di Allianz Ecopark, Ancol, Jakarta Utara ini. Menempatkannya menjadi band penutup yang melengkapi line up luar biasa festival musik tersebut.

Setelah sejak sore para penonton diajak sing along lewat lagu-lagu romantis yang mendayu-dayu dri sejumlah band, seperti Kahitna, maka Slank yang langsung mengubah suasana mellow menjadi sedikit ‘menggila’. Ya, rock n’ roll tepatnya.

“I Miss U But Hate U” adalah hit Slank yang mulai membawa kegilaan tersebut dengan dosis yang masih rendah. Lagu demi lagu seperti “Tong Kosong” dan “Bang Bang Tut “yang dibawakan band asal Gang Potlot, Jakarta Selatan, itu menambah dosis ‘menggila’ semakin tinggi.

Kaka dan kawan-kawan juga membawakan lagu-lagu romantis yang sudah sangat dikenal Slankers, sebutan khas bagi penggemar band ini. Namun, memang punya cara romantisnya sendiri. Romantis yang tetap ‘menggila’

Dengar saja “Mawar Merahku”, “Terlalu Manis”, “Virus”, dan “Ku Tak Bisa”. Lagu-lagu itu terhitung irama patah hati yang tetap terdengar bandel dan nakal, ditambah lagi dengan karakter vokal milik Kaka yang khas.

Hingga di penghujung acara, Ia membawakan lagu “Kamu Harus Pulang” sebagai tanda perpisahan bagi Slankers, dan para pengunjung IDN Soundscape 2017.

read more
Music Facts

12 Tragedi Konser Musik Rock Terburuk Sepanjang Sejarah

  1. Altamont Free Concert Tahun 1969

Konser musik rock and roll terbesar di akhir 60’an setelah Woodstock adalah Altamont free Concert. Altamont Free Concert yang berlangsung di California Utara pada 6 Desember 1969, empat bulan setelah Woodstock, yang dihadiri oleh

300.000 penonton dan diramaikan oleh band papan atas saat itu diantaranya: Rolling Stones, Jefferson Airplane dan Grateful Dead (yang batal tampil). Kesalahan terletak
pada pihak penyelenggara yang saat itu menggunakan jasa gang motor besar ternama di AS, Hell’s Angel, sebagai keamanan konsert.

Namun keadaan semakin tidak terkendali ketika para penonton larut dalam alunan musik rock, mereka yang dipengaruhi oleh obat bius dan alkohol mulai bertingkah
seenaknya dan memicu kemarahan para anggota Hell’s Angel yang ada disekitar panggung. Dan memang pada dasarnya para biker ini memiliki naluri kekerasan yang tidak
seperti dimiliki para penonton musik rock.

Mereka yang juga dipengaruhi oleh minuman bir, terprovokasi dan mulai melakukan aksi kekerasan terhadap penonton yang bertingkah seenaknya.
bahkan ketika salah satu anggota Jefferson Airplane, Martin Balyn terkena bogem seorang Hell’s Angel. Lalu the Rolling Stones tampil, salah seorang
penonton harus mendapatkan luka tusukan dari seorang Angels yang menikamnya. Bahkan Mick dan Keith harus sibuk menenangkan para penonton yang mulai tidak nyaman atas
perlakuan dan sikap para Angels itu. diperkirakan Total penonton yang cedera di konser Altamont Free Concert ini berjumlah 850 orang.

2. World Series of Rock Tahun 1979

Terjadi pada 28 juli 1979 di Cleveland Stadium, saat itu Aerosmith tampil sebagai band pembuka, salahsatu band yang saat ini menjadi legenda di Amerika Serikat.

Ketika itu banyak dari penonton yang harus berkemah bahkan tidur begitu saja di luar stadion agar dapat masuk lebih awal dan mendapatkan posisi yang tepat ketika
konser berlangsung. Dan ketika itu pula terjadi tindak kejahatan, ketika seorang kriminal menembak membabi buta ke arah ratusan penonton yang sedang berkemah ataupun
berkumpul dan berbincang-bincang. Akibatnya lima orang tewas akibat tertembak, bahkan satu di antaranya tewas mengenaskan.

terjadi beberapa aksi perampokan, perkelahian dan vandalisme, Akhirnya konser rutin ini harus berakhir di tahun 1980, akibat seringnya terjadi tindak kejahatan dan kekerasan.

3. The Who di Cincinnati Tahun 1979

3 Desember 1979, 11 orang penonton tewas dan puluhan lainnya cedera ketika sedang mengantri memasuki Riverfront Coliseum, Cincinnati, Ohio, tempat digelarnya konser band legendaris the Who.

Tragedi ini diakibatkan oleh kelalaian penonton sendiri dan tidak siapannya pihak penyelenggara konser akan situasi dan kondisi di Coliseum. Meskipun tragedi
terjadi, saat itu the Who tidak diberikan informasi mengenai adanya kerusuhan dan jumlah korban yang meninggal akibat kekacauan yang terjadi. Mereka baru diketahui
di saat lagu penutupan akan dimainkan. Setelah konser tersebut pemerintah Kota Cincinnati melarang dilangsungkannya konser musik rock dengan menggunakan kursi.

4. Monsters of Rock Tahun 1988

sebuah kerusuhan terjadi ketika Monster of Rock diadakan pada 1988, ketika dua orang penonton terbunuh saat Guns N’ Roses beraksi di atas panggung.

dua orang penonton tersebut tewas akibat kekurangan oksigen. Setiap kali Monster of Rock digelar jumlah penonton selalu bertambah dan pada 1988, Donnington Park, Inggris dipadati oleh 100.000 penonton yang datang dari berbagai negara, terutama wilayah Eropa.

Situasi dan kondisi yang sering terjadi ketika konser digelar adalah hujan turun dengan deras yang menyebabkan arena konser menjadi berlumpur, sehingga menyulitkan
para penonton untuk bergerak bebas. Namun hal tersebut tidak terjadi ketika Monster of Rock yang digelar pada 1990, jumlah penonton yang masuk kawasan arena
dibatasi oleh pihak penyelenggara agar tragedi tersebut tidak terulang.

5. Montreal Riot Tahun 1992

sebuah panggung yang sama di Olympic Stadium Montreal, 8 Agustus 1992. Ketika itu penampilan Metallica harus dihentikan lebih awal setelah sang vokalis, James Hetfield mengalami luka bakar stadium tiga. Luka tersebut didapatkan ketika
James berdiri terlalu dekat dengan efek peluncur kembang api. Akibatnya selama hampir dua jam penonton harus berdiri menatap panggung yang kosong.

Namun angin segar datang ketika Guns N’ Roses tampil di atas panggung, namun mereka hanya mampu bermain selama 55 menit setelah Axl Rose meninggalkan panggung akibat
gangguan pada pita suaranya. Emosi penonton yang telah tertahan sejak lama pun akhir menyeruak, sebanyak 53.000 penonton yang kecewa mengekspresikan kemarahan mereka
dengan pesta kekacauan di stadion Kota Montreal, Kanada.

6. Woodstock ’99 Tahun 1999

Woodstock pada awalnya merupakan konser musik yang berlangsung pada 1969 untuk menyuarakan pesan damai kepada dunia. Ketika itu dunia sedang dilanda peperang fisik
dan syaraf (perang dingin antara Amerika Serikat dengan Russia). Namun konser Woodstock yang diadakan untuk ketiga kalinya yakni pada 22-25 Juli 1999 di Kota
New York, berlangsung ricuh dan kacau. Padahal konser ini diikuti oleh puluhan band-band hebat dunia, seperti Korn, Limp Bizkit, Red Hot Chili Peppers dan Rage
Against the Machine.

dari awal konser  berlangsung di arena konser memang sudah terlihat buruk. cuaca yang panas membuat para penonton cepat sekali kehausan dan kerumunan massa yang banyak mengharuskan beberapa orang mengalami sesak nafas. Para penonton harus merogoh koceknya sebesar 4 dolar AS untuk mendapatkan air segar, dan bahkan fasilitas toilet yang disediakan oleh panitia tidak sebanding dengan ribuan massa yang ada di area konser.

Kerusuhan pertama terjadi pada 24 Juli, Sabtu malam, saat itu Limp Bizkit sedang beraksi di atas panggung. Dikabarkan selama berlangsung pertunjukkan tersebut
terjadi pemerkosaan terhadap seorang perempuan yang dilakukan secara massal di dalam kerumunan. Dan banyak pula berita beredar adanya kasus-kasus pelecehan seksual
yang terjadi. Berdasarkan laporan kepolisian setempat ada empat kasus pemerkosaan yang terjadi selama Woodstock ’99.

Bahkan kerusuhan semakin menjadi ketika Limp Bizkit membawakan lagu “Break Stuff”, beberapa penonton mencopot papan pagar membawanya ke tengah kerumunan massa.
Bahkan ketika Red Hot Chili Eppers beraksi pun, terlihat api unggun. Mereka membakar pagar, papan kayu, dan benda-benda lainnya sehingga arena konser semakin memanas.

7. Festival Roskilde Tahun 2000

Festival Roskilde yang berlangsung di Denmark pada 2000 lalu berakhir tragis, sembilan penggemar dinyatakan tewas ketika band asal Seattle Pearl Jam melakukan
pertunjungan di panggung Orange. Penyebab kematian diduga akibat kekurangan oksigen, dengan kata lain sembilan orang itu mati tercekik oleh desakan massa yang
jumlahnya puluhan ribuan.

Sekitar 45 menit setelah Pearl Jam beraksi di atas panggung, kerumunan penonton yang jumlahnya sekitar 50.000 mulai memadati dan bergerak maju. Akibatnya penonton
yang berada di barisan paling depan terdesak hingga tertekan ke pagar pengamanan. Ada yang tercekik dan jatuh terinjak, ada pula yang salah satu bagian tubuhnya
masuk ke dalam celah pagar dan terjepit, kepanikan dan keresahan mempercepat kebutuhan udara yang tidak maksimal. Sehingga mereka yang ada di barisan depan
khususnya mengalami sesak nafas akibat berdesakan.

Penyebab utama kerusuhan Rodskilde ini masih diperdebatkan, ada yang mempermasalahkan hujan yang saat itu turun cukup deras. Sehingga menyebabkan arena menjadi
berlumpur, lalu penggunaan narkoba di kalangan penonton, keamanan yang kurang baik, hingga penggunaan pagar pengamanan yang tidak baik. Apapun penyebabnya, peristiwa
tragis ini membuat Pearl Jam berempati cukup dalam. Mereka pun menciptakan sebuah lagu “Love Boat Captain” yang di dalamnya terdapat kalimat, “Lost nine friends
we’ll never know… two years ago today.”

8. Pearl Jam at Roskilde Tahun 2000

Festival Roskilde yang berlangsung di Denmark pada 2000 lalu berakhir tragis, sembilan penggemar dinyatakan tewas ketika band asal Seattle Pearl Jam melakukan
pertunjungan di panggung Orange. Penyebab kematian diduga akibat kekurangan oksigen, dengan kata lain sembilan orang itu mati tercekik oleh desakan massa yang
jumlahnya puluhan ribuan.

Sekitar 45 menit setelah Pearl Jam beraksi di atas panggung, kerumunan penonton yang jumlahnya sekitar 50.000 mulai memadati dan bergerak maju. Akibatnya penonton
yang berada di barisan paling depan terdesak hingga tertekan ke pagar pengamanan. Ada yang tercekik dan jatuh terinjak, ada pula yang salah satu bagian tubuhnya
masuk ke dalam celah pagar dan terjepit, kepanikan dan keresahan mempercepat kebutuhan udara yang tidak maksimal. Sehingga mereka yang ada di barisan depan khususnya
mengalami sesak nafas akibat berdesakan.

9. Marilyn Manson Freakers Ball Tahun 2003

Di mana pun Marlyn Manson melakukan konser, ia selalu melakukan hal-hal yang kontroversial, sensasional dan tabu. Dan ulahnya itu pun dilakukan ketika
ia melangsungkan konser di acara Freakers Ball di Kansas City, Missouri, 30 Oktober 2003. Setelah menyelesaikan dua lagu, sekitar 12.000 penonton mendesak dan
berhasil menjebol pagar keamanan, bahkan para petugas pun tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya penampilan Marlyn dihentikan lebih awal oleh pihak penyelenggara.

Ketika beberapa penonton meninggalkan area konser dengan tertib dan damai, namun tidak dengan 2.000 penonton yang masih kesal dan marah akibat dihentikannya konser
Marlyn. Mereka pun mengamuk di dalam area konser, melemparkan botol yang diisi oleh air kencing, merusak benda-benda di sekitarnya. Pihak kemanan konser pun segera
menghubungi polisiuntuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

Ribuan polisi tiba bersenjatakan pentungan karet, tameng, spray merica. Akibat kerusuhan ini tujuh orang penonton terluka, satu orang ditangkap dan sembilan mobil
polisi dan properti di sekitar arena konser rusak parah.

10. Great White di Rhode Island Tahun 2003

Ini mungkin menjadi konser musik rock paling mengerikan sepanjang sejarah. Pada bulan Februari 2003 silam, ketika Great White menggelar konser di West Warwick, Rhode
Island, AS, insiden kebakaran terjadi dan menewaskan ratusan orang.
Menurut laporan, kebakaran terjadi karena penyalahgunaan kembang api dan dengan mudah api melahap semua yang ada di lokasi konser. Kebanyakan dari penonton yang
tewas dikarenakan asap beracun yang terhirup.

Kebakaran itu membuat panik penonton. Mereka tidak dapat dengan mudah keluar begitu saja dari kobaran api. Beberapa ada yang meninggal karena keinjak-injak saat
mencoba keluar. Tercatat, 230 orang luka-luka dan 100 orang tewas dalam insiden mengerikan itu, termasuk gitaris Great White, Ty Longley. Dikabarkan, Longley sempat lolos dari kebakaran, tetapi ia kembali ke panggung untuk mengambil gitarnya. Namun sayang, ia tidak bisa kembali dengan selamat.

11. Family Values Tour Tahun 2006

Sebuah kekacauan terjadi di Konser Family Values Tour 6 Juli 2006 ketika band hip metal Korn memulai pertunjukannya di HiFi Buys Amphitheater Atlanta, Georgia.
Namun sebenarnya semenjak awal gejala kerusuhan telah terlihat, apalagi penonton yang jumlahnya ribuan mulai terlihat mabuk dan tidak bersahabat satu sama lain.

ketika Deftones sedang bersiap-siap tampil, dua orang penonton terlibat perkelahian di dalam kerumunan massa. perkelahian dipicu oleh Michael Scott Axley yang mencuri topi milik Andy Richardson. Namun kabar lainnya mengatakan Richardson meminta Axley untuk menjaga sikapnya karena di dekatnya ada perempuan yang sedang hamil, selain Axley juga memprovokasi seorang anak kecil.

Dan akhirnya mereka berdua terlibat perkelahian, Axley tidak menerima perlakuan dan permintaan Richardson sehingga mulai memukulnya. Perkelahian tersebut memicu
massa disekitarnya untuk terlibat memukuli Richardson hingga tewas. Akibat peristiwa tersebut, Axley dihukum penjara selama 10 tahun atas aksi kekerasan, dan
sepertinya topi yang memicu perkelahian ini.

ada yang mempermasalahkan hujan yang saat itu turun cukup deras. Sehingga menyebabkan arena menjadi berlumpur, lalu penggunaan narkoba di kalangan penonton, keamanan yang kurang baik, hingga penggunaan pagar pengamanan yang tidak baik. Apapun penyebabnya, peristiwa tragis ini membuat Pearl Jam berempati cukup dalam. Mereka pun menciptakan sebuah lagu “Love Boat Captain” yang di dalamnya terdapat kalimat,
“Lost nine friends we’ll never know… two years ago today.”

12. San Bernardino Punk Riot Tahun 2006

Subkultur skinhead sejak lahir memiliki dua kubu yang saling bersitegang dan tidak mungkin disatukan. Ada yang beraliran pro-rasis dan anti-rasis, dan kejadian ini
pun menjadi lecutan yang mengakibatkan kekacauan di dalam sebuah konser Punk Riot yang diadakan di San Bernadino, California, di National Orange Shown Event Center
2006 lalu.

Percikan permusuhan telah terjadi di luar arena konser, diawali oleh skinhead neo-Nazi dengan anti-rasis. Bahkan skinhead dari kalangan anti-rasis memburu skinhead
yang meneriakan slogan “white power” ke dalam kerumunan penonton. Bahkan para penonnton yang kebanyakan anti-rasialisme pun turut melempari skinhead neo-Nazi
tersebut dengan benda-benda yang ada di sekitarnya.

Beruntung skinhead yang diburu massa tersebut bisa dilindungi dan diamankan oleh pihak keamanan konser, sehingga kemarahan para punkrocker dan skinhead lainnya bisa
diredam. Namun pihak keamanan rupanya tidak memperhatikan lebih jeli, karena tak lama kemudian beberapa kalangan skinhead anti-rasis yang terlanjur marah menjejali
dan mendobrak pagar pengaman. Mereka pun berhasil mendapatkan skinhead neo-Nazi yang masih muda, dan menusuknya. Ia pun tewas akibat banyak luka tusukan.

Petugas medis pun berhamburan untuk menyelamatkan pemuda plontos yang malang tersebut. Sementara petugas keamanan dengan tegas dan cekatan menghalau massa yang sudah
tidak terkendali lagi. Sekitar 1.500 massa yang di dalamnya adalah punkrocker dan skinhead, berhamburan keluar arena konser.

Di luar arena mereka yang masih kecewa dan marah mengekspresikannya dengan membuat kerusuhan, memecahkan kaca-kaca toko dan rumah di sekitar arena konser. Kerusuhan
ini mengakibatkan dua penonton mengalami cedera serius, empat orang polisi pun demikian. 12 orang perusuh berhasil diamankan, dan kerugian material akibat kerusuhan
ini senilai 500.000 dolar AS.

read more
Music Facts

12 Tragedi Konser Musik Rock Terburuk Sepanjang Sejarah

  1. Altamont Free Concert Tahun 1969

Konser musik rock and roll terbesar di akhir 60’an setelah Woodstock adalah Altamont free Concert. Altamont Free Concert yang berlangsung di California Utara pada 6 Desember 1969, empat bulan setelah Woodstock, yang dihadiri oleh

300.000 penonton dan diramaikan oleh band papan atas saat itu diantaranya: Rolling Stones, Jefferson Airplane dan Grateful Dead (yang batal tampil). Kesalahan terletak
pada pihak penyelenggara yang saat itu menggunakan jasa gang motor besar ternama di AS, Hell’s Angel, sebagai keamanan konsert.

Namun keadaan semakin tidak terkendali ketika para penonton larut dalam alunan musik rock, mereka yang dipengaruhi oleh obat bius dan alkohol mulai bertingkah
seenaknya dan memicu kemarahan para anggota Hell’s Angel yang ada disekitar panggung. Dan memang pada dasarnya para biker ini memiliki naluri kekerasan yang tidak
seperti dimiliki para penonton musik rock.

Mereka yang juga dipengaruhi oleh minuman bir, terprovokasi dan mulai melakukan aksi kekerasan terhadap penonton yang bertingkah seenaknya.
bahkan ketika salah satu anggota Jefferson Airplane, Martin Balyn terkena bogem seorang Hell’s Angel. Lalu the Rolling Stones tampil, salah seorang
penonton harus mendapatkan luka tusukan dari seorang Angels yang menikamnya. Bahkan Mick dan Keith harus sibuk menenangkan para penonton yang mulai tidak nyaman atas
perlakuan dan sikap para Angels itu. diperkirakan Total penonton yang cedera di konser Altamont Free Concert ini berjumlah 850 orang.

2. World Series of Rock Tahun 1979

Terjadi pada 28 juli 1979 di Cleveland Stadium, saat itu Aerosmith tampil sebagai band pembuka, salahsatu band yang saat ini menjadi legenda di Amerika Serikat.

Ketika itu banyak dari penonton yang harus berkemah bahkan tidur begitu saja di luar stadion agar dapat masuk lebih awal dan mendapatkan posisi yang tepat ketika
konser berlangsung. Dan ketika itu pula terjadi tindak kejahatan, ketika seorang kriminal menembak membabi buta ke arah ratusan penonton yang sedang berkemah ataupun
berkumpul dan berbincang-bincang. Akibatnya lima orang tewas akibat tertembak, bahkan satu di antaranya tewas mengenaskan.

terjadi beberapa aksi perampokan, perkelahian dan vandalisme, Akhirnya konser rutin ini harus berakhir di tahun 1980, akibat seringnya terjadi tindak kejahatan dan kekerasan.

3. The Who di Cincinnati Tahun 1979

3 Desember 1979, 11 orang penonton tewas dan puluhan lainnya cedera ketika sedang mengantri memasuki Riverfront Coliseum, Cincinnati, Ohio, tempat digelarnya konser band legendaris the Who.

Tragedi ini diakibatkan oleh kelalaian penonton sendiri dan tidak siapannya pihak penyelenggara konser akan situasi dan kondisi di Coliseum. Meskipun tragedi
terjadi, saat itu the Who tidak diberikan informasi mengenai adanya kerusuhan dan jumlah korban yang meninggal akibat kekacauan yang terjadi. Mereka baru diketahui
di saat lagu penutupan akan dimainkan. Setelah konser tersebut pemerintah Kota Cincinnati melarang dilangsungkannya konser musik rock dengan menggunakan kursi.

4. Monsters of Rock Tahun 1988

sebuah kerusuhan terjadi ketika Monster of Rock diadakan pada 1988, ketika dua orang penonton terbunuh saat Guns N’ Roses beraksi di atas panggung.

dua orang penonton tersebut tewas akibat kekurangan oksigen. Setiap kali Monster of Rock digelar jumlah penonton selalu bertambah dan pada 1988, Donnington Park, Inggris dipadati oleh 100.000 penonton yang datang dari berbagai negara, terutama wilayah Eropa.

Situasi dan kondisi yang sering terjadi ketika konser digelar adalah hujan turun dengan deras yang menyebabkan arena konser menjadi berlumpur, sehingga menyulitkan
para penonton untuk bergerak bebas. Namun hal tersebut tidak terjadi ketika Monster of Rock yang digelar pada 1990, jumlah penonton yang masuk kawasan arena
dibatasi oleh pihak penyelenggara agar tragedi tersebut tidak terulang.

5. Montreal Riot Tahun 1992

sebuah panggung yang sama di Olympic Stadium Montreal, 8 Agustus 1992. Ketika itu penampilan Metallica harus dihentikan lebih awal setelah sang vokalis, James Hetfield mengalami luka bakar stadium tiga. Luka tersebut didapatkan ketika
James berdiri terlalu dekat dengan efek peluncur kembang api. Akibatnya selama hampir dua jam penonton harus berdiri menatap panggung yang kosong.

Namun angin segar datang ketika Guns N’ Roses tampil di atas panggung, namun mereka hanya mampu bermain selama 55 menit setelah Axl Rose meninggalkan panggung akibat
gangguan pada pita suaranya. Emosi penonton yang telah tertahan sejak lama pun akhir menyeruak, sebanyak 53.000 penonton yang kecewa mengekspresikan kemarahan mereka
dengan pesta kekacauan di stadion Kota Montreal, Kanada.

6. Woodstock ’99 Tahun 1999

Woodstock pada awalnya merupakan konser musik yang berlangsung pada 1969 untuk menyuarakan pesan damai kepada dunia. Ketika itu dunia sedang dilanda peperang fisik
dan syaraf (perang dingin antara Amerika Serikat dengan Russia). Namun konser Woodstock yang diadakan untuk ketiga kalinya yakni pada 22-25 Juli 1999 di Kota
New York, berlangsung ricuh dan kacau. Padahal konser ini diikuti oleh puluhan band-band hebat dunia, seperti Korn, Limp Bizkit, Red Hot Chili Peppers dan Rage
Against the Machine.

dari awal konser  berlangsung di arena konser memang sudah terlihat buruk. cuaca yang panas membuat para penonton cepat sekali kehausan dan kerumunan massa yang banyak mengharuskan beberapa orang mengalami sesak nafas. Para penonton harus merogoh koceknya sebesar 4 dolar AS untuk mendapatkan air segar, dan bahkan fasilitas toilet yang disediakan oleh panitia tidak sebanding dengan ribuan massa yang ada di area konser.

Kerusuhan pertama terjadi pada 24 Juli, Sabtu malam, saat itu Limp Bizkit sedang beraksi di atas panggung. Dikabarkan selama berlangsung pertunjukkan tersebut
terjadi pemerkosaan terhadap seorang perempuan yang dilakukan secara massal di dalam kerumunan. Dan banyak pula berita beredar adanya kasus-kasus pelecehan seksual
yang terjadi. Berdasarkan laporan kepolisian setempat ada empat kasus pemerkosaan yang terjadi selama Woodstock ’99.

Bahkan kerusuhan semakin menjadi ketika Limp Bizkit membawakan lagu “Break Stuff”, beberapa penonton mencopot papan pagar membawanya ke tengah kerumunan massa.
Bahkan ketika Red Hot Chili Eppers beraksi pun, terlihat api unggun. Mereka membakar pagar, papan kayu, dan benda-benda lainnya sehingga arena konser semakin memanas.

7. Festival Roskilde Tahun 2000

Festival Roskilde yang berlangsung di Denmark pada 2000 lalu berakhir tragis, sembilan penggemar dinyatakan tewas ketika band asal Seattle Pearl Jam melakukan
pertunjungan di panggung Orange. Penyebab kematian diduga akibat kekurangan oksigen, dengan kata lain sembilan orang itu mati tercekik oleh desakan massa yang
jumlahnya puluhan ribuan.

Sekitar 45 menit setelah Pearl Jam beraksi di atas panggung, kerumunan penonton yang jumlahnya sekitar 50.000 mulai memadati dan bergerak maju. Akibatnya penonton
yang berada di barisan paling depan terdesak hingga tertekan ke pagar pengamanan. Ada yang tercekik dan jatuh terinjak, ada pula yang salah satu bagian tubuhnya
masuk ke dalam celah pagar dan terjepit, kepanikan dan keresahan mempercepat kebutuhan udara yang tidak maksimal. Sehingga mereka yang ada di barisan depan
khususnya mengalami sesak nafas akibat berdesakan.

Penyebab utama kerusuhan Rodskilde ini masih diperdebatkan, ada yang mempermasalahkan hujan yang saat itu turun cukup deras. Sehingga menyebabkan arena menjadi
berlumpur, lalu penggunaan narkoba di kalangan penonton, keamanan yang kurang baik, hingga penggunaan pagar pengamanan yang tidak baik. Apapun penyebabnya, peristiwa
tragis ini membuat Pearl Jam berempati cukup dalam. Mereka pun menciptakan sebuah lagu “Love Boat Captain” yang di dalamnya terdapat kalimat, “Lost nine friends
we’ll never know… two years ago today.”

8. Pearl Jam at Roskilde Tahun 2000

Festival Roskilde yang berlangsung di Denmark pada 2000 lalu berakhir tragis, sembilan penggemar dinyatakan tewas ketika band asal Seattle Pearl Jam melakukan
pertunjungan di panggung Orange. Penyebab kematian diduga akibat kekurangan oksigen, dengan kata lain sembilan orang itu mati tercekik oleh desakan massa yang
jumlahnya puluhan ribuan.

Sekitar 45 menit setelah Pearl Jam beraksi di atas panggung, kerumunan penonton yang jumlahnya sekitar 50.000 mulai memadati dan bergerak maju. Akibatnya penonton
yang berada di barisan paling depan terdesak hingga tertekan ke pagar pengamanan. Ada yang tercekik dan jatuh terinjak, ada pula yang salah satu bagian tubuhnya
masuk ke dalam celah pagar dan terjepit, kepanikan dan keresahan mempercepat kebutuhan udara yang tidak maksimal. Sehingga mereka yang ada di barisan depan khususnya
mengalami sesak nafas akibat berdesakan.

9. Marilyn Manson Freakers Ball Tahun 2003

Di mana pun Marlyn Manson melakukan konser, ia selalu melakukan hal-hal yang kontroversial, sensasional dan tabu. Dan ulahnya itu pun dilakukan ketika
ia melangsungkan konser di acara Freakers Ball di Kansas City, Missouri, 30 Oktober 2003. Setelah menyelesaikan dua lagu, sekitar 12.000 penonton mendesak dan
berhasil menjebol pagar keamanan, bahkan para petugas pun tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya penampilan Marlyn dihentikan lebih awal oleh pihak penyelenggara.

Ketika beberapa penonton meninggalkan area konser dengan tertib dan damai, namun tidak dengan 2.000 penonton yang masih kesal dan marah akibat dihentikannya konser
Marlyn. Mereka pun mengamuk di dalam area konser, melemparkan botol yang diisi oleh air kencing, merusak benda-benda di sekitarnya. Pihak kemanan konser pun segera
menghubungi polisiuntuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

Ribuan polisi tiba bersenjatakan pentungan karet, tameng, spray merica. Akibat kerusuhan ini tujuh orang penonton terluka, satu orang ditangkap dan sembilan mobil
polisi dan properti di sekitar arena konser rusak parah.

10. Great White di Rhode Island Tahun 2003

Ini mungkin menjadi konser musik rock paling mengerikan sepanjang sejarah. Pada bulan Februari 2003 silam, ketika Great White menggelar konser di West Warwick, Rhode
Island, AS, insiden kebakaran terjadi dan menewaskan ratusan orang.
Menurut laporan, kebakaran terjadi karena penyalahgunaan kembang api dan dengan mudah api melahap semua yang ada di lokasi konser. Kebanyakan dari penonton yang
tewas dikarenakan asap beracun yang terhirup.

Kebakaran itu membuat panik penonton. Mereka tidak dapat dengan mudah keluar begitu saja dari kobaran api. Beberapa ada yang meninggal karena keinjak-injak saat
mencoba keluar. Tercatat, 230 orang luka-luka dan 100 orang tewas dalam insiden mengerikan itu, termasuk gitaris Great White, Ty Longley. Dikabarkan, Longley sempat lolos dari kebakaran, tetapi ia kembali ke panggung untuk mengambil gitarnya. Namun sayang, ia tidak bisa kembali dengan selamat.

11. Family Values Tour Tahun 2006

Sebuah kekacauan terjadi di Konser Family Values Tour 6 Juli 2006 ketika band hip metal Korn memulai pertunjukannya di HiFi Buys Amphitheater Atlanta, Georgia.
Namun sebenarnya semenjak awal gejala kerusuhan telah terlihat, apalagi penonton yang jumlahnya ribuan mulai terlihat mabuk dan tidak bersahabat satu sama lain.

ketika Deftones sedang bersiap-siap tampil, dua orang penonton terlibat perkelahian di dalam kerumunan massa. perkelahian dipicu oleh Michael Scott Axley yang mencuri topi milik Andy Richardson. Namun kabar lainnya mengatakan Richardson meminta Axley untuk menjaga sikapnya karena di dekatnya ada perempuan yang sedang hamil, selain Axley juga memprovokasi seorang anak kecil.

Dan akhirnya mereka berdua terlibat perkelahian, Axley tidak menerima perlakuan dan permintaan Richardson sehingga mulai memukulnya. Perkelahian tersebut memicu
massa disekitarnya untuk terlibat memukuli Richardson hingga tewas. Akibat peristiwa tersebut, Axley dihukum penjara selama 10 tahun atas aksi kekerasan, dan
sepertinya topi yang memicu perkelahian ini.

ada yang mempermasalahkan hujan yang saat itu turun cukup deras. Sehingga menyebabkan arena menjadi berlumpur, lalu penggunaan narkoba di kalangan penonton, keamanan yang kurang baik, hingga penggunaan pagar pengamanan yang tidak baik. Apapun penyebabnya, peristiwa tragis ini membuat Pearl Jam berempati cukup dalam. Mereka pun menciptakan sebuah lagu “Love Boat Captain” yang di dalamnya terdapat kalimat,
“Lost nine friends we’ll never know… two years ago today.”

12. San Bernardino Punk Riot Tahun 2006

Subkultur skinhead sejak lahir memiliki dua kubu yang saling bersitegang dan tidak mungkin disatukan. Ada yang beraliran pro-rasis dan anti-rasis, dan kejadian ini
pun menjadi lecutan yang mengakibatkan kekacauan di dalam sebuah konser Punk Riot yang diadakan di San Bernadino, California, di National Orange Shown Event Center
2006 lalu.

Percikan permusuhan telah terjadi di luar arena konser, diawali oleh skinhead neo-Nazi dengan anti-rasis. Bahkan skinhead dari kalangan anti-rasis memburu skinhead
yang meneriakan slogan “white power” ke dalam kerumunan penonton. Bahkan para penonnton yang kebanyakan anti-rasialisme pun turut melempari skinhead neo-Nazi
tersebut dengan benda-benda yang ada di sekitarnya.

Beruntung skinhead yang diburu massa tersebut bisa dilindungi dan diamankan oleh pihak keamanan konser, sehingga kemarahan para punkrocker dan skinhead lainnya bisa
diredam. Namun pihak keamanan rupanya tidak memperhatikan lebih jeli, karena tak lama kemudian beberapa kalangan skinhead anti-rasis yang terlanjur marah menjejali
dan mendobrak pagar pengaman. Mereka pun berhasil mendapatkan skinhead neo-Nazi yang masih muda, dan menusuknya. Ia pun tewas akibat banyak luka tusukan.

Petugas medis pun berhamburan untuk menyelamatkan pemuda plontos yang malang tersebut. Sementara petugas keamanan dengan tegas dan cekatan menghalau massa yang sudah
tidak terkendali lagi. Sekitar 1.500 massa yang di dalamnya adalah punkrocker dan skinhead, berhamburan keluar arena konser.

Di luar arena mereka yang masih kecewa dan marah mengekspresikannya dengan membuat kerusuhan, memecahkan kaca-kaca toko dan rumah di sekitar arena konser. Kerusuhan
ini mengakibatkan dua penonton mengalami cedera serius, empat orang polisi pun demikian. 12 orang perusuh berhasil diamankan, dan kerugian material akibat kerusuhan
ini senilai 500.000 dolar AS.

read more
News

Rolling Stones, Dylan, Young, McCartney, The Who, Waters Berbaris Untuk Konser

Ini diharapkan untuk mengambil tempat di Empire Polo Lapangan di Indio,
California – situs Coachella – pada akhir pekan Oktober 7-9.

Malam pertama adalah kemungkinan untuk fitur Dylan dan Stones, dengan Young
dan McCartney malam berikutnya, kemudian The Who dan Waters pada malam final.

Para seniman akan memberikan produksi kinerja penuh pada satu tahap, daripada
biasa cut-down set yang biasanya disiapkan untuk festival. Ini telah menyarankan
bahwa setiap tindakan akan dibayar $ 7m.

Manajer muda Elliot Roberts mengatakan LA Times: “Ini sangat istimewa dalam banyak
cara. Anda tidak akan mendapatkan kesempatan untuk melihat tagihan seperti ini lagi.
Ini adalah acara saya berharap untuk lebih dari acara dalam waktu yang lama. ”

Gary Bongiovanni, editor publikasi industri Pollstar, mengatakan: “Sebuah RUU seperti
ini tidak ada di tempat lain pada lanskap konser. Saya berharap itu akan beresonansi
nasional dan internasional. ”

Ada kemungkinan bahwa penyelenggara Goldenvoice akhir pekan kedua bisa ditambahkan pada waktunya, mengikuti format Coachella, yang dimulai kemarin dan termasuk dua pertunjukan oleh Guns N ‘Roses.

f7236380-b53c-4aad-bfdc-dc93420c9b59

Sumber : http:teamrock.com

read more
Music Facts

6 Konser Musik Dengan Penonton Terbanyak Di Dunia

Musisi panggung konser adalah kesatuan agar penonton merasa lebih dekat dengan idola mereka. Selain menghibur fans mereka, konser merupakan sarana untuk mempromosikan jika sebuah band atau penyanyi mempunyai album baru yang ingin diperkenalkan.

Ada banyak sumber yg mengemukakan bahwa konser A atau konser b yg paling ramai, disini kami mempercayakan terhadap wikipedia yg sudah mencatat keramaian dari satu buah konser. Berikut 5 Konser Musik Dengan Penonton Terbanyak Di Dunia.

                                                    1.Love Parade (Highway to love)

Berlino_Love_Parade_1998

Konser Love Parade (Highway to love) bertempat di Dortmund/2008 oleh Artis Paul van Dyk, Carl Cox, Armin Van Buuren yang diperkirakan menghadirkan Penonton  sekitar 1,600,000 orang penonton.

                                                            2.Monsters of Rock 1991

Monsters of Rock

Konser Monsters of Rock yang bertempat di Moscow tahun 1991 artis AC/DC, Pantera, Metallica, The Black Crowes yang menyedot perhatian sebanyak 1,600,000 orang penonton.
                                                           3.When in Rome 2007
When in Rome 2007
Konser When in Rome 2007 oleh artis Genesis yang bertempat di Rome tahun 2007,
perkiraan mencapai 2,000,000 orang penonton.
                                   4.Paris La Défense: A City in Concert 1990

A City in Concert

Konser Paris La Défense: A City in Concert Bertempat di Paris tahun 1990 oleh penampilan musisi Jean Michel Jarre yang diperkirakan mampu menyedot penonton mencapai 2,500,000 orang.

                       5.New Year’s Eve concert Copacabana (Rio de Janeiro) 1994

New Year's Eve concert Copacabana

Konser New Year’s Eve concert Copacabana (Rio de Janeiro) Lokasi di Rio de Janeiro Tahun 1994 musisi Rod Stewart yang diperkirakan menghadirkan 3,500,000 orang penonton.

                          6.Celebration of the 850th birthday of Moscow 1997

Celebration of the 850th birthday of Moscow

Konser Celebration of the 850th birthday of Moscow bertempat di Moscow tahun 1997 oleh musisi Jean Michel Jarre ini kembali mencatat sejarah dengan menghadirkan jumlah penonton yang sangat banyak bahkan terbanyak diantara yang paling banyak. diperkiraan mencapai 3,500,000 orang penonton.

read more
News

Puluhan Pecinta Musik Metal Kalimantan ini Sholat Maghrib Ditengah Konser

Satu Buah festival musik Rock dengan tema Rock in Borneo yg di selenggarakan di Kawasan Arena Lapang Panahan Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Sabtu (26/03/2016) dulu menciptakan heboh. Pasalnya ditengah-tengah acara, tepatnya pukul 17.00 menjelang Magrib. acara ini dihentikan sementara untuk menunaikan Ibadah Sholat Maghrib berjamaah.

Beberapa Ratus peminat Metalhead (pecinta musik metal) di Tenggarong yg beragama muslim pula langsung sigap membawa air wudhu buat menunaikan ibadah sholat maghrib.

12816905_225869067764075_488759285_n

Panitia program sendiri lewat akun Fb official RockinBorneo serta sudah menciptakan pengumuman pada awal mulanya. Bagi semua peminat musik metal yg beragama muslim diinginkan mengambil sajadah & peralatan sholat, dikarenakan bakal ada program sholat maghrib berjamaah & tausyiah yg dipimpin segera oleh Al Habib Hasyim Badan Intelijen Negara Salim.

Puluhan Metalheadpun mengikuti himbauan panitia, Banyaknya jamaah yg terdiri dari laki laki & perempuan telah bersiap mengikuti sholat jamaah. Usai salat, program dilanjutkan bersama salawat & tausiyah. Para Metalhead duduk santai mendengarkan tausiyah singkat.
Mereka menyimak bacaan doa & salawat dgn seksama. Selepas Isya, penonton kembali dihibur hidangan musik reggae & rock kembali.

Berikut foto-fotonya

12924445_765455133554207_1240124328491483940_n 934132_765455033554217_938429261931768740_n 12472366_765455073554213_1352662411036819730_n 12920387_765455156887538_6185079252214824711_nSumber : http://forums.merdeka.com/threads/apa-kata-dunia/43142-video-puluhan-penggemar-musik-metal-kalimantan-ini-sholat-maghrib-ditengah-konser.html?highlight=

read more
1 2
Page 1 of 2