close

Linkin Park

Uncategorized

Mungkinkah Linkin Park Liris Lagu Baru ?

Linkin Park

Pemain bas Linkin Park, Dave “Phoenix” Farrell, telah memberi isyarat bahwa band tersebut mungkin akan mengeluarkan karya baru.

Farrell bersama rapper yang juga main keyboard dan gitar Linkin dalam Linkin Park, Mike Shinoda, baru-baru ini bereuni dalam sebuah konser Halloween di Las Vegas, Nevada, AS.

Ketika itu sudah lebih dari satu tahun vokalis Linkin Park, Chester Bennington, meninggal dunia.

Baca juga : Ed Sheeran Berkolaborasi Dengan 2 Rapper ?

Peman bas Linkin Park, Dave “Phoenix” Farrell, telah memberi isyarat bahwa band tersebut mungkin akan mengeluarkan karya baru.

Farrell bersama rapper yang juga main keyboard dan gitar Linkin dalam Linkin Park, Mike Shinoda, baru-baru ini bereuni dalam sebuah konser Halloween di Las Vegas, Nevada, AS.

Ketika itu sudah lebih dari satu tahun vokalis Linkin Park, Chester Bennington, meninggal dunia.

Mike Shinoda manggung di House of Blues, Las Vegas, sebagai bagian dari tur solonya. Sementara itu, Farrell bergabung untuk ikut membawakan sebagian dari lagu-lagu yang disajikan oleh Shinoda dan kawan-kawan.

Sekarang, Dave Farrell telah mengatakan kemungkinan Linkin Park merekam lagu baru pada waktu yang akan datang.

“Itu merupakan sebuah pertanyaan besar,” ujar Farell .

“Menurut saya, cara termudah untuk menjawab pertanyaan itu mungkin adalah dengan hanya mengatakan saya tak tahu. Kemudian, saya bisa menguraikannya,” ujarnya pula.

“Kami berlima, kami masih suka mendapat kesempatan untuk nongkrong bareng. Kami jarang nongkrong bareng. Menurut saya, kami akan menggarap musik lagi. Kami semua ingin melakukannya. Kami semua masih menikmati kebersamaan dan saling berada di sekitar,” tambahnya.

“Namun, kami memiliki sebuah proses besar untuk menetapkan apa yang kami ingin lakukan dan itu akan menjadi seperti apa. Dan, saya tak memiliki  jadwal untuk berapa lama waktu yang akan dihabiskan. Saya belum pernah melalui proses itu sepenuhnya, jadi sangat sulit untuk meluangkan waktu atau hari,” ucapnya.

Source : kompas.com

read more
Mike ShinodaNews

Mike Shinoda Bakal Konser di Singapura

Salah satu Frotman Linkin Park, Mike Shinoda resmi akan menyambangi negeri Singapura dalam waktu dekat ini. Pria yang lahir di California, AS itu siap menggelar konser solonya pada 22 Agustus mendatang di Zepp@Bigbox, Jurong East. Kunjungannya kali ini merupakan rangkaian dari ‘Post Traumatic Tour’. Konser ini dipersembahkan oleh LAMC Productions sebagai pihak promotor.

Kabar mengenai lawatan Mike Shinoda ke Singapura, diinformasikan langsung melalui media sosial miliknya. Menurut laman website Bandwagon, kota-kota Asia yang akan dikunjunginya meliputi Hong Kong, Bangkok, Incheon, Shanghai, Osaka, hingga Tokyo. Sampai berita ini ditulis, tampaknya Indonesia tak masuk ke dalam jadwal tur solo Shinoda.

Untuk pemesanan tiket konser sudah bisa dilakukan sejak tanggal 11 Juni lalu melalui laman https://www.sistic.com.sg. Harga tiket masing-masing dipatok seharga S$148 (sekitar Rp 1,5 juta) dan S$138 (sekitar Rp 1,4).

Mike Shinoda merilis album solo yang bertajuk Post Traumatic pada 15 Juni lalu. Album ini memuat repertoar sebanyak 16 track, dan mengundang segelintir musisi-musisi tamu beken seperti Chino Moreno (Deftones), Machine Gun Kelly, hingga K.Flay. Album ini didedikasikan untuk sang sahabat, Chester Bennington, yang meninggal dunia pada 2017 lalu.

source: supermusic.id

read more
Linkin Park

Pertama Kali, Linkin Park Tampil Tanpa Chester Bennington

linkin park

Linkin Park Tampil Tanpa Chester

Kepergian Chester Bennington untuk selamanya sempat membuat para penggemar Linkin Park dan para musisi dunia berkabung. Namun, perasaan sedih itu berhasil dilupakan dengan digelarnya sebuah konser untuk mengenang vokalis.

Konser penghormatan terhadap Chester Bennington dari Linkin Park dan para musikus rock dunia itu, diadakan pada 27 Oktober 2017 di Hollywood Bowl, Los Angeles. Mike Shinoda selaku vokalis rap Linkin Park mempersembahkan sebuah lagu untuk mengenang Chester Bennington yang berjudul “Look for An Answer”, seperti dilaporkan beberapa media setempat.

Dalam konsernya itu, Linkin Park tampil untuk pertama kalinya setelah Chester Bennington meninggal. Tak sampai situ, beberapa band dan musikus kawakan seperti Blink 182, Sum-41, Alanis Morissette, No Doubt, Avenged Sevenfold hingga System of a Down, ikut meramaikan konser ini.

Mike Shinoda bukanlah satu-satunya yang mempersembahkan penampilannya kepada mendiang Chester Bennington. Para penggemar juga ikut menyanyikan lagu hits “In the End”. Ketika Linkin Park membawakannya, Mike Shinoda lantas meminta agar para penggemar menyanyikan bait lagu yang seharusnya diisi oleh Chester Bennington.

“Aku ingin mengajak tamu spesial untuk bernyanyi dan tamu spesial itu adalah kalian semua,” ucap Mike Shinoda saat ia tampil di atas panggung, seperti disampaikan NME, Senin (30/10/2017).

Setelah membawakan lagu hits dunia itu, istri mendiang Chester Bennington, Talinda, naik ke atas panggung. “Ini waktunya kita semua menyadari bahwa kesehatan jiwa sama penting dengan kesehatan tubuh kita. Ini menjadi misi bagi kita semua untuk membuat akses supaya layanan kesehatan jiwa lebih mudah,” katanya di atas panggung.

Chester Bennington meninggal dunia di usia 41 tahun pada 20 Juli 2017. Jenazah vokalis Linkin Park itu ditemukan di rumahnya yang terletak di Palos Verdes Estates, California, Amerika Serikat. Setelah diselidiki, dipastikan bahwa Chester meninggal akibat bunuh diri.

read more
KornLinkin ParkMusic Facts

Brian Head KoRn, Sebut Chester Pengecut, Karena Mati Bunuh Diri!

Brian Head Korn, Sebut Chester Pengecut, Karena Mati Dengan Cara Bunuh Diri!

Motorik sekaligus vokalis Linkin Park, Chester Bennington, meninggal dunia dengan cara bunuh diri, dan tepat dimana Chris Cornell ulang tahun, yakni pada tanggal 20 Juli 2017.

Chester ditemukan tewas di kediaman pribadinya di Palos Verdes Estates, di Los Angeles, Amerika Serikat.

Mendengar kabar kematian Chester ini, Brian Head Welch gitaris KoRn, merasa sangat kesal, lantaran Chester lebih memilih mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

“Sejujurnya, Chester adalah teman lama yang sering nongkrong bareng saya, dan saya punya teman yang sangat amat dekat dengannya,” status Brian Head dengan akuyn Facebook resminya.

“Namun ini membuat saya benar-benar kesal!” paparnya melanjutkan.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya pernah melawan depresi dan penyakit kejiwaan. Namun ia tetap kesal.

“Cukup!” katanya.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa bunuh diri adalah cara yang sangat pengecut untuk lari dari sebuah masalah.

“Berputus asa dan (meninggalkan) anak-anakmu, penggemar dan hidupmu adalah cara yang sangat pengecut untuk lari (dari masalah)”.

Dan, di akhir pernyataannya, ia berdoa pada Tuhan untuk menjaga arwah Chester, dan berharap bahwa suatu hari nanti akan disatukan kembali dengan keluarga, penggemarnya bahkan Brian sendiri di kehidupan nanti.

Inilah pernyataan resmi Brian Head tentang kematian Chester Bennington :

 

 

read more
Linkin Park

Chester Bennington Linkin Park, Tutup Usia.

Chester Bennington

Chester Bennington Linkin Park, Tutup Usia.

Seperti lagunya Ozzy Ousborne tahun 1980, “Suicide Solution“.

Chester Bennington, salah satu motorik band Nu Metal Linkin Park, meninggal dunia pada usia 41 tahun, Chester mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Tak lama setelah berita ini beredar, pihak berwajib di Los Angeles mengonfirmasi Associated Press bahwa Bennington telah tutup usia.

Berdasarkan laporan TMZ, Bennington diketahui tewas akibat gantung diri di kediamannya di Palos Verdes pada Kamis. Untuk informasi, di sisa hidupnya Bennington diketahui memiliki masalah dengan obat-obatan dan kecanduan alkohol, dikutip dari Billboard.com dari TMZ, Kamis (20/7/2017) waktu setempat.

Chester sendiri sudah menikah dan dikaruniai enam orang anak. Tahun ini Linkin Park telah rilis Album terbaru, yang bertajuk One More Light, Album inipun sukses bertengger di puncak Billboard 200 pada awal tahun 2017 ini.

Linkin Park adalah grup musik beraliran Nu Metal dan rock alternatif yang berasal dari Agoura Hills, California, Amerika Serikat. Dan menjadi salah satu band yang digemari pada tahun 2000an berkat album mereka, yang bertajuk “Hybrid Theory”, Album ini berhasil merebut perhatian dunia, dan Linkin Park menjadi salah satu band alt-rock dan rap / Nu Metal paling diperhitungkan pada saat itu.

Pada tahun 2003, Linkin Park merilis album Meteora, salah satu album tersukses Linkin Park berkat kolaborasi apik dengan JAY-Z. pencapaian ini menjadikan Linkin Park menjadi salah satu band paling berpengaruh di abad 21.

Setelah kematian Chester ini, Hari kamis lalu akun Official Youtube Linkin Park telah mengupload sebuah video clip lagu yang berjudul “Talking To Myself”

R.I.P. Chester Bennington…

read more
Linkin Park

Mengulas Salah Satu Single Terbaru Linkin Park “Heavy” dan Beberapa Fans yang Kecewa!

Band Nu Metal asal Amerika Serikat Linkin Park resmi merilis video klip untuk single terbaru mereka “Heavy”, pada Jumat, 17 Februari 2017 lalu di Youtube. Selain itu, mereka juga mengumumkan peluncuran album baru “One More Light” akan berlangsung 19 Mei 2017 mendatang.

Video yang berdurasi 2 menit 49 detik itu menampilkan audio lagu, animasi dan lirik yang dibawakan Chester Bennington dan solois perempuan Kiiara. LPU atau “Linkin Park Underground” pun banyak yang berkomentar. Karena para LPU telah menanti debut comeback-nya Mike Shinoda dkk ke industri musik. Namun, bukan musik metal, rock progresif, atau alternatif yang mereka dengarkan. Banyak pujian, namun tak sedikit mengaku kecewa dengan warna pop yang ‘kekinian’ pada lagu ini.

Mereka yang kecewa, sebab mereka merindukan aksi teriak Chester Bennington dan rap dari Mike Shinoda, seperti yang mereka dengar di album “Meteora” (2003), “Hybrid Theory” (2000) dan lainnya. Sungguh setia penggemar LP sampai tidak bisa mendengar Chester mengalunkan nada “kekinian”. Itulah yang sedang ramai pada cuitan berikut ini:

“Mike Shinoda pernah ngetweet “Genre Is Dead”, dan bener.. sekarang lagu baru Linkin Park jadi beda bener. Berasa dengerin The Chainsmokers.” tulis pemilik akun @omdirects_.

“I waited so long for Linkin Park to release something new just to be disappointed,” kata pemilik akun @canvasofwhite.

“SO DISAPPOINTED ON @linkinpark NEW SONG #heavy hoping it’s the only one like that. #oldlinkinparkbackplease,” tulis @MimmuR.

“I’ve been a Linkin Park fan since I was a 8 or 9 years old and after hearing their new single, I’ve never been more disappointed,” tulis @Brian_Dv_Duncan

Apakah Kamu sudah mendengar lagu terbaru tersebut? Silakan putar ini. Bagaimana pendapat Kamu?

read more
Linkin ParkMusic Facts

Fakta Tentang Salah Satu Band Paling Fenomenal Saat Ini. LINKIN PARK!

1. Chester Bennington Pernah Bekerja di Burger King.

Sebelum berkarier serius di dunia musik, Chester pernah bekerja sebagai pelayan di restoran Burger King. Di situlah dia bertemu Samantha, istrinya (sekarang mantan).
Gak ngebayangin Chester yang bertato itu membawa nampan berisi burger hehehe.

2. Tiga Kali Ditolak WB.

Sebelum akhirnya menandatangani kontrak, Linkin Park pernah ditolak sebanyak 3 kali oleh Presiden Warner Brothers Records. Untunglah Chester bisa meyakinkan pihak Warner kalo mereka punya bakat dan masa depan cerah di dunia musik.

3. Hybrid Theory Menjadi Album Terlaris.

Hybrid Theory tercatat sebagai album terlaris sepanjang abad 21. Terjual lebih dari 20 juta kopi chuy. Sedangkan album Minutes to Midnight, terjual 2,7 juta kopi di seluruh dunia di minggu pertama rilis.

 

4. Joe Hahn Gila Transformers.

Joe Hahn, salah satu personel Linkin Park, merupakan fans berat Transformers. Hampir semua kostum dan atributnya bergambarkan simbol Transformers. Dia pulalah yang menyarankan agar Linkin Park memasukkan singel “What I’ve Done” sebagai soundtrack film Transformers.

6. Tiga Kali Ganti Nama.

“Xero” dan “Hybrid Theory” pernah dipakai sebagai nama grup musik ini. Ide nama Linkin Park didapat Chester Bennington dari sebuah taman bernama Lincoln Park, Santa Monica. Personel lain juga menyukainya hingga mereka sepakat menggunakan nama itu, setelah mengubahnya sedikit.

7. Orang Pertama yang Membeli CD Meteora.

Orang pertama yg membeli cd meteora adalah Brad Delson-gitaris LP.

8. VC yg diproduseri Joe Hahn adalah.

One Step Closer – Papercut – In the End – Somewhere I Belong – Pts.of.Athrty – From the Inside – Breaking the Habit – Numb – Leave Out All the Rest – Bleed It Out – Shadow of the Day – What I’ve Done – New Divide – The Catalyst – Burning in the Skies – Waiting for the End – Iridescent.

10. LPUTV rata” menayangkan tentang kehidupan LP di balik panggung.

11. Pada VC “From The Inside”, pemeran anak kecilnya adalah anaknya Chester Bennington.

12. “Machine Shop Records” adalah label rekaman utama untuk album pertama Fort Minor, The Rising Tied.

13. Greatest Hit’s mereka sejauh ini adalah lagu dari Hybrid Theory “In The End’.

14. Linkin Park memiliki perusahaan rekaman sendiri bernama “Machine Shop Records”.

15. TERMINOLOGI:

LPU : Kependekan dari Linkin Park Undeground, yaitu sebutan untuk fans Linkin Park apabila telah mendaftar di sini. Para LPU mendapat fitur lebih dari non-LPU, di antaranya mendapatkan kesempatan presale tiket terlebih dahulu, mendapat LPUTV, memiliki kesempatan untuk M&G (Meet & Greet), dan bergama fitur eksklusif lainnya.

LPST: Kependekan dari Linkin Park Street Team, yaitu kumpulan para fans LP yang bisa jadi belum mendaftar menjadi LPU.

LPSS: Kependekan dari Linkin Park Street Soldier, yaitu nama anggota dari LPST

LPTV: Tempat yang berisi kumpulan video-video yang meliput beragam kegiatan LP. Dapat ditemukan di website dan channel Youtube-nya.

LPUTV: Agak berbeda dari LPTV, karena hanya dikhususkan untuk LPU. Demo / B-Sides: Lagu-lagu LP yang tidak dimasukin ke album yang dirilis. Biasanya karena memiliki rating yang kurang (tentunya dinilai oleh mereka sendiri).

Working Title: Sewaktu LP membuat lagu, tidak jarang mereka menamai lagu-lagu itu dengan nama yang aneh, bahkan tidak ada hubungannya sama sekali dengan lagu itu, seperti “Grecian”, “Japan”, “21 Stitches”, dan “Rygar”. Jika lagu tersebut sudah jadi, mereka akan merubah namanya. Namun ada juga yang sampe dirilis tetep pake
working title, contohnya “Papercut”,”Faint”,”QWERTY”, dan “Robot Boy”.

read more