close

MLTR

MLTR

MLTR Bernostalgia Dengan Lagunya di Bandung

MLTR

MLTR Bernostalgia Dengan Lagunya

MLTR – Penampilan band asal Denmark Michael Learns to Rock ( MLTR) berhasil melelehkan hati para penggemar yang memenuhi Trans Studio Bandung, Jawa Barat, Minggu (2/12/2018) malam.

Lewat lagu-lagu dengan lirik manis band pop rock itu seakan kembali menarik penonton bernostalgia dengan romantisme tahun 1990-an. Musik sweet pop yang dihadirkan membuat keintiman suasana malam itu semakin romantis.

Band yang digawangi Jascha Ritcher, Kare Manscher, dan Mikkel Lentz hadir dengan sambutan meriah dari para penggemarnya. Penampikan MLTR dibuka dengan dengan lagu “Complicated Heart” yang diambil dari album Colours (1993).

Suasana romantis yang tercipta dari lagu itu didukung dengan konsep permainan pencahayaan venue serta latar panggung. Sambil menghirup antusiasme penonton, Jascha Ritcher kemudian menyapa para fansnya di malam itu.

“Hello Bandung, I love Bandung,” Jascha Richter menyapa , di Trans Studio Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (2/12/2018).

Ia kembali memainkan keyboardnya, kali ini suasana semakin hangat dengan suguhan lagu “Sleeping Child” yang dimainkan. Hampir semua penonton lintas generasi ini ikut menyanyi. Sesekali Ritcher berinteraksi dengan turun merasuk ke tengah bangku penonton ataupun bercanda tentang suasana malam saat itu.

“Saya tahu matahari tak bersinar, itulah kenapa saya tak perlu pakai kacamata ini,” kata Jascha yang kemudian membuka kaca matanya.

Baca Juga :

Sekitar 21 lagu dibawakan MLTR pada konsernya pada Minggu malam. Lagu-lagu itu campuran dari album terbaru hingga album pertama.

Dalam penampilannya MLTR memainkan ritme lagunya secara full band , tiga lagu lainnya dimainkan secara akustik seperti lagu “I’m Gonna Be Around”, “Sweetest Suprise”, dan “Out Of The Blue”.

“Kalau kalian dengerin lagu kita seperti kaya dengerin lagu yang sama karena Michael Learn to Rock (Michael sedang belajar rock) ,” katanya.

Bahkan Jascha melihat ada budaya menyanyi lagu cinta di Asia khusunya di Indonesia.

“Saya melihat ada tradisi atau budaya menyanyi lagu cinta di Asia,” katanya.

Para penonton ternyata belum puas bernostalgia dengan lagu-lagu manis MLTR. Ketika Jascha Ritcher dan kawan-kawan turun panggung, penonton serentak berteriak meminta band itu kembali.

“We want more,” seru penonton. Jascha dan rekannya kemudian kembali naik ke panggung dan menyanyikan lagu romantisme legend lainnya yang berjudul “Paint My Love” dan ditutup lagu “That’s Why (You Go Away)”.

source: kompas.com

read more
News

Habis Firehouse, Giliran MLTR Pukau Publik Tenggarong

TENGGARONG – Festival Rock bertajuk Rock In Borneo kembali digelar di Tenggarong,
Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim). Michael Learns To Rock
menjadi bintang tamu utama dalam festival tahunan ini.

Festival Rock In Borneo yang berlangsung pada Sabtu (26/3/2015) malam ini dibuka
dengan penampilan grup band rock legendaris asal Indonesia, Power Slaves.
Power Slaves menjadi band pembuka konser Michael Learns To Rock. Puluhan ribu
penonton memadati Kompleks Stadion Aji Imbut Tenggarong, yang menjadi pusat
kegiatan festival.

Jascha Richter dan kawan-kawan pun tampil dengan lagu pembuka, sleeping child.
Seluruh penonton terhipnotis. Meski grup band ini cukup berumur, namun penggemarnya
juga banyak dari kalangan anak muda.

Lagu-lagu pilihan dari berbagai album yang pernah dikeluarkan michael learn to rock pun
tersaji. Penampilan band asal Denmark ini bukan yang pertama di Kaltim. Sebelumnya
band yang dibentuk pada 1988 tersebut juga pernah manggung di kota Balikpapan.

Meski hanya beristirahat semalam setelah melakukan perjalanan hampir 24 jam dari
eropa, penampilan Michael Learns To Rock sangat maksimal. Bahkan sang vokalis
Jascha Richter turun dari punggung demi bernyanyi bersama para penggemarnya.

Kerinduan para penggemar terpuaskan karena Michael Learns To Rock tampil hampir 2
jam lamanya dengan menyanyikan 20 lagu.

Menurut seorang penonton asal Kabupaten Kutai Timur, Novita Sari, penampilan band
bergenre soft rock ini sangat memuaskan. Lelah usai perjalanan darat dari Kutai Timur ke
Tenggarong selama hampir enam jam pun terhapus.

“Saya sangat senang banget ya karena grup band kelas dunia bisa datang ke Borneo
khususnya Tenggarong. Dan saya senang banget karena MLTR keren banget, hari ini luar
biasa banget. Saya puas banget nonton MLTR hari ini,” kata Novita.

Festival Rock In Borneo sudah menjadi agenda tahunan di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Rencananya tahun depan gelaran seperti ini kembali dilaksanakan dengan grup band
rock kelas dunia lainnya.

Festival tahun ini merupakan yang kelima kalinya. Sebelumnya, festival ini bernama Kukar
Rockin’ Fest dan sudah pernah mendatangkan Firehouse, Sepultura dan Helloween.

Sumber : http://lifestyle.sindonews.com/read/1096077/157/usai-firehouse-giliran-mltr-pukau-publik-tenggarong-1459066325

read more